Tampilkan postingan dengan label Anak dan Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak dan Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 26, 2009

Waspada Terhadap Jajanan Anak

Masyarakat dinilai memiliki kewaspadaan yang rendah atas kualitas jajanan anak terutama di sekolah. Hal ini mengakibatkan anak-anak terancam mengidap penyakit mulai yang ringan sampai berbahaya.

Menurut Rizal Syarief, kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB), jajanan anak sekolah tidak selamanya bersih.

Sering kali jajanan terkontaminasi oleh bakteri dan asap kendaraan bermotor. Tidak sedikit pula pedagang yang menggelar barang dagangan yang menggunakan bahan kimia berbahaya. Anak-anak umumnya tidak mengetahui kandungan jajanan tersebut.

Apalagi dalam kemasan dan warna-warni yang menarik. ''Pedagang mengetahui bahan-bahan terlarang tapi mereka tidak mau melakukan karena konsumen tidak memberikan apresiasi,'' kata Rizal.

Barang dagangan yang menggunakan bahan-bahan yang aman cenderung lebih mahal. Pasalnya, bahan yang aman tersebut memiliki harga yang jauh lebih mahal dari bahan terlarang.

Namun ketika pedagang menggunakan bahan yang aman, hal ini tidak memberi nilai tambah bagi usaha mereka. Konsumen seolah bersikap masa bodoh dengan tidak memberikan apresiasi atas usaha berjualan sehat.

Dalam jajanan anak sering kali ditemukan bakteri atau bahan kimia yang dilarang. Misalnya saja bakteri Salmonella, Shigella, dan V cholerae. Bakteri ini menimbulkan gangguan pencernaan. Biasanya ditemukan dalam es batu. Sedangkan bahan kimia yang dilarang adalah Rhodamin B, Amaranth, dan Methanyl Yellow. Ini adalah zat pewarna tekstil. Tapi masih dipergunakan untuk memberi warna cerah pada jajanan itu.

Ia menambahkan, jajanan ini diminati anak-anak. Untuk jajanan yang berada dalam kemasan merek, lebih mudah dikontrol. Pasalnya tertera nama perusahaan, tanggal kadaluarsa, dan nomor registrasi dari Badan POM. Namun yang perlu mendapat perhatian lebih tajam adalah jajanan tanpa merek.

Anak-anak sebagai konsumen, kata Lamtasing Dasusta dari Direktorat Perlindungan Konsumen Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan (Depdag), perlu dilindungi hak-haknya. Saat ini Indonesia sudah memiliki UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Menurutnya perlu ada pembinaan terhadap pedagang makanan di sekolah-sekolah. Pembinaan ini dilakukan melalui jejaring instansi terkait, seperti sekolah, Badan POM, dan Depdag. Sosialisasi juga dilaksanakan di tingkat orang tua murid serta anak didik. Sehingga mereka mengetahui jajanan yang sehat dan pedagang pun bertanggung jawab.

PEMBERIAN MAKANAN ANAK UMUR 0-24 BULAN YANG BAIK DAN BENAR

Sesuai dengan bertambahnya umur bayi/anak, perkembangan dan kemampuan bayi/anak menerima makanan, makanan bayi/anak umur 0-24 bulan dibagi menjadi 5 tahap :

a. Makanan bayi umur 0 – 4 bulan
b. Makanan bayi umur 4 – 6 bulan
c. Makanan bayi umur 6 – 9 bulan
d. Makanan anak umur 9 – 12 bulan
e. Makanan anak umur 12 – 24 bulan

Pada situasi khusus seperti anak sakit atau ibu bekerja, pemberian makanan bayi/anak perlu penanganan secara khusus.

A. MAKANAN BAYI UMUR 0 – 4 BULAN

1. Hanya ASI saja ( ASI Eksklusif )
Kontak fisik dan hisapan bayi akan merangsang produksi ASI terutama pada 30 menit pertama setelah lahir. Pada periode ini ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Perlu diingat bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Menyusui sangat baik untuk bayi dan ibu. Dengan menyusui akan terbina hubungan kasih sayang antara ibu dan anak.

2. Berikan kolostrum
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. Kolostrum mengandung zat-zat gizi dan zat kekebalan yang tinggi.

3. Berikan ASI dari kedua payudara
Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong, kemudian pindah ke payudara lainnya, ASI diberikan 8 – 10 kali setiap hari.

INGAT !
• Beri ASI saja sampai umur 4 bulan
• Berikan kolostrum

B. MAKANAN BAYI UMUR 4 – 6 BULAN

1. Pemberian ASI diteruskan, diberikan dari kedua payudara secara bergantian

2. Bayi mulai diperkenalkan dengan MP-ASI berbentuk lumat halus karena bayi sudah memiliki reflek mengunyah. Contoh MP-ASI berbentuk halus antara lain : bubur susu, biskuit yang ditambah air atau susu, pisang dan pepaya yang dilumatkan. Berikan untuk pertama kali salah satu jenis MP-ASI, misalnya pisang lumat. Berikan sedikit demi sedikit mulai dengan jumlah 1-2 sendok makan, 1-2 kali sehari. Berikan untuk beberapa hari secara tetap, kemudian baru dapat diberikan jenis MP-ASI yang lainnya.

3. Perlu diingat tiap kali berikan ASI lebih dulu baru MP-ASI, agar ASI dimanfaatkan seoptimal mungkin. MP-ASI berbentuk cairan diberikan dengan sendok, jangan sekali-kali menggunakan botol dan dot. Penggunaan botol dan dot berisiko selain dapat pula menyebabkan bayi/anak mencret itu dapat mengakibatkan infeksi telinga.

4. Memberikan MP-ASI dengan botol dan dot untuk anak baduta sambil tiduran dapat menyebabkan infeksi telinga tengah, apabila MP-ASI masuk keruang tengah.

5. Memperkenalkan makanan baru pada bayi, jangan dipaksa. Kalau bayi sulit menerima, ulangi pemberiannya pada waktu bayi lapar, sedikit demi sedikit dengan sabar, sampai bayi terbiasa dengan rasa makanan tersebut.

INGAT !
• Teruskan pemberian ASI
• Berikan ASI lebih dulu, baru MP-ASI
• Berikan makanan lumat halus 1-2 x sehari

C. MAKANAN BAYI UMUR 6 – 9 BULAN

1. Pemberian ASI diteruskan

2. Pada umur 6 bulan keadaan alat cerna sudah semakin kuat oleh karena itu, bayi mulai diperkenalkan dengan MP-ASI lumat 2 x sehari. (cara membuat terlampir).

3. Untuk mempertinggi nilai gizi makanan, nasi tim bayi ditambah sedikit demi sedikit dengan sumber zat lemak, yaitu santan atau minyak kelapa/margarin. Bahan makanan ini dapat menambah kalori makanan bayi, disamping memberikan rasa enak juga mempertinggi penyerapan vit A dan zat gizi lain yang larut dalam lemak.

4. Setiap kali makan, berikanlah MP-ASI bayi dengan takaran paling sedikit sbb :
• Pada umur 6 bulan – beri 6 sendok makan
• Pada umur 7 bulan – beri 7 sendok makan
• Pada umur 8 bulan – beri 8 sendok makan
• Pada umur 9 bulan – beri 9 sendok makan

“ Bila bayi meminta lagi, ibu dapat menambahnya”

D. MAKANAN BAYI UMUR 9 - 12 BULAN

1. Pada umur 10 bulan bayi mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga secara bertahap. Karena merupakan makanan peralihan ke makanan keluarga, bentuk dan kepadatan nasi tim bayi harus diatur secara berangsur, lambat laun mendekati bentuk dan kepadatan makanan keluarga.

2. Berikan makanan selingan 1 kali sehari. Pilihlah makanan selingan yang bernilai gizi tinggi, seperti bubur kacang ijo, buah, dll. usahakan agar makanan selingan dibuat sendiri agar kebersihannya terjamin.

3. Bayi perlu diperkenalkan dengan beraneka ragam bahan makanan. Campurkanlah ke dalam makanan lembik berbagai lauk pauk dan sayuran secara berganti-ganti (terlampir). Pengenalan berbagai bahan makanan sejak usia dini akan berpengaruh baik terhadap kebiasaan makan yang sehat dikemudian hari.

INGAT !
• Teruskan pemberian ASI
• Berikan makanan lunak 3 kali sehari dengan takaran yang cukup
• Berikan makanan selingan 1 kali sehari
• Perkenalkan bayi dengan beraneka ragam bahan makanan

E. MAKANAN ANAK UMUR 12 – 24 BULAN

1. Pemberian ASI diteruskan. Pada periode umur ini jumlah ASI sudah berkurang, tetapi merupakan sumber zat gizi yang berkualitas tinggi.

2. Pemberian MP-ASI atau makanan keluarga sekurang-kurangnya 3 kali sehari dengan porsi separuh makanan orang dewasa setiap kali makan. Disamping itu tetap berikan makanan selingan 2 kali sehari.

3. Variasi makanan diperhatikan dengan menggunakan Padanan Bahan Makanan. Misalnya nasi diganti dengan: mie, bihun, roti, kentang, dll. Hati ayam diganti dengan: tahu, tempe, kacang ijo, telur, ikan. Bayam diganti dengan: daun kangkung, wortel, tomat. Bubur susu diganti dengan: bubur kacang ijo, bubur sumsum, biskuit, dll.

4. Menyapih anak harus bertahap, jangan dilakukan secara tiba-tiba. Kurangi frekuensi pemberian ASI sedikit demi sedikit.

INGAT !
• Teruskan pemberian ASI
• Berikan makanan keluarga 3 kali sehari
• Berikan makanan selingan 2 kali sehari
• Gunakan beraneka ragam bahan makanan setiap harinya.

Sumber: Buku Pedoman Pemberian Makanan Pendamping ASI. Meneg Pemberdayaan Perempuan, Ikatan Dokter Anaj Indonesia, BK PP-ASI dan Lintas Program di Departemen Kesehatan

Makanan Padat Pertama pada Bayi

Kapan saya bisa mulai memberi makanan padat pertama pada bayi saya?

Banyak perdebatan mengenai kapan sebaiknya memberikan makanan padat sebagai pendamping ASI kepada bayi. Pemberian makanan padat pertama pada si kecil sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat, agar proses menyusui tidak terganggu.

Sebagian ahli menyatakan agar bayi diberikan makanan padat saat berusia 4-6 bulan, sebagian lainnya menyarankan pemberian setelah 6 bulan. Penundaan pemberian makanan padat diyakini mampu mengurangi risiko alergi.

Untuk mengurangi risiko alergi, World Health Organization (WHO), American Academy of Pediatrics (AAP) dan kelompok-kelompok lainnya menganjurkan para orang tua untuk tidak memberikan anak-anak mereka makanan padat sampai berusia sekitar 4-6 bulan. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengukuhkan temuan ini.

Terlepas dari hasil penelitian ini, tetap ada sejumlah alasan kuat untuk menunda pemberian makanan padat bagi bayi. Misalnya si kecil harus cukup besar untuk bisa mengunyah dan menelan makanan padat dengan baik. Dan yang paling penting, demi kesehatan dan perkembangan menyeluruh bayi, banyak ahli menyarankan sebaiknya si kecil diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.


Memberikan makanan padat terlalu dini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Memang gemes sih, ketika menyuapi si kecil dan mulut mungilnya bergerak-gerak lucu saat menelan. Banyak mama dan papa dapat ‘bocoran’ dari teman atau kerabat kalau bayi mereka akan tidur lebih nyenyak begitu makan makanan padat.

Padahal, bayi belum siap makan makanan padat hingga usia 4 - 6 bulan. Organ-organ tubuhnya belum berkembang sempurna, dan si kecil bisa tersedak gara-gara menelan makanan yang kecil sekalipun. Usus besarnya juga belum sanggup mencerna apapun yang lebih kompleks selain ASI atau susu formula. Memperkenalkan makanan padat terlalu dini ternyata ada kaitannya dengan alergi makanan dan eksim nantinya.

Bayi Anda sudah siap untuk mencicipi makanan padat pertama begitu ia sudah pintar menahan kepalanya agar tetap tegak dan duduk tegak dengan disangga. Bila ia kelihatan tidak tertarik, sering menjulurkan lidah ketika disuapi, malas menelan makanan, atau super rewel, ini berarti ia belum siap untuk makan makanan jenis ini. Jangan sekali-kali mencampur makanan dalam botol susu; tunggu sampai si kecil siap makan dari sendok.

Jika ada riwayat alergi makanan di keluarga—minimal salah satu orangtua punya atau pernah alergi, tunggu saja sampai ia berumur 6 bulan dan tanyakan pada dokter tentang makanan yang harus dihindari.

Bila tiba hari H, jangan ribet-ribet, deh. Berikan si kecil makanan yang simpel. Pernah ada lho, mama yang memberi si empat bulannya secuil hamburger! Memang, kasus seekstrim ini jarang terjadi, namun kadangkala saking excited-nya Anda justru melakukan sesuatu diluar batas. Nah, cereal beras yang dicampur ASI atau susu formula bisa dijadikan menu pertama, karena Anda bisa dengan mudah mengatur kekentalan tekstur makanan bayi Anda. Setelah itu, maju terus dan perkenalkan makanan yang dibuat dari satu jenis bahan (Anda bisa membuatnya sendiri—hanya saja jangan ditambah garam, gula atau rempah-rempah, serta pastikan tidak ada makanan yang bergumpal). Beri jarak waktu (kira-kira beberapa hari) antara setiap makanan baru, sementara Anda perhatikan juga apakah timbul reaksi, seperti ruam, diare, muntah, serta rewel.

Si dua tahun saya hanya mau makan yang itu-itu saja plus menolak sayuran. Apa yang harus dilakukan?

Memuntahkan makanan plus sikap ngotot menolak beberapa jenis makanan itu sangat lumrah dialami anak-anak usia prasekolah, atau antara 3 - 4 tahun. Saya sarankan Anda juga jangan ikut-ikutan ngotot memaksakan kehendak. Bisa-bisa dia – dan Anda juga – jadi frustrasi. Lebih baik kita kreatif dan juga tetap sabar. Ini taktik yang lebih jitu.

Anda misalnya bisa berimprovisasi. Atur makanan di atas piring sehingga berbentuk wajah lucu atau sulap brókoli jadi hutan mini. Anda bisa mem-blender sayuran dan menyelipkannya dalam saus atau sup. Anak paling hobi mencelup ini-itu, jadi siapkan mayonnaise atau celupan lain yang membuat sayuran lebih lezat. Melibatkan anak saat memasak— ia bisa membantu memilihkan resep, mengaduk, dan mengambilkan bumbu-bumbu -- bisa membuat mereka lebih bersemangat untuk makan.

Bila tidak ada lagi cara yang mujarab, terus berikan sayuran dan makanan lain. Sementara itu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak Anda tentang kemungkinan anak mendapat multivitamin yang gampang dikunyah dan kaya zat besi.

Si tujuh bulan saya selalu ingin ikut mencicipi makan malam kami. Bolehkah saya beri sedikit?

Tergantung pola makan anak, perkembangannya, serta apa yang Anda makan. Kebanyakan bayi baru siap diberi makanan orang dewasa di usia 6 - 9 bulan. Jika ia sudah piawai makan makanan bayi dan tidak ada reaksi apa-apa, oke-oke saja untuk memperluas wawasannya. Bila ia memperlihatkan tanda-tanda alergi makanan (seperti ruam dan muntah), konsultasikan dengan dokter anak.

Mulailah dengan makanan yang lunak dan gampang dikunyah, seperti bubur, sayuran rebus, ayam cincang atau nasi. Sebenarnya bayi tidak perlu gigi untuk makan semua ini, mereka sangat pandai melakukannya bahkan tanpa gigi. Jika ia muntah-muntah atau tersedak, tunggu selama satu bulan sebelum mencoba lagi.

Makanan harus dipotong dalam ukuran bite-size dan selembut mungkin. Coba masak pasta sampai super lembek, berikan cereal Cheerios, potongan kentang panggang atau rebus, cuilan pisang, dan buncis rebus. Jangan sekali-kali memberi makanan yang termasuk dalam daftar berisiko tinggi membuat tersedak: potongan wortel rebus (bisa menutup saluran pernapasan bila diiris secara horizontal—iris-iris halus saja), wortel mentah, kacang, popcorn, hotdog, anggur, kismis, serta permen yang bulat.

Hati-hati saat memberi biskuit khusus untuk gigi yang mulai tumbuh; potong biskuit yang terlalu besar, sehingga jadi lumat saat tercampur ludah.

Pola Makan Sehat Untuk Balita

Seiring dengan pertumbuhan balita Anda, pola makannya pun akan berubah. Mulai banyak jenis makanan yang ia bisa dan suka makan. Tetapi yang ia bisa dan suka makan bukan berarti selalu baik untuknya. Beberapa jenis makanan yang mengandung tepung putih, lemak tinggi, gula, pewarna buatan, bahan kimia, dan lain-lain tidaklah baik untuk dikonsumsi balita Anda sehari-hari. Jadi bagaimana cara mendidik balita Anda untuk mempunyai pola makan yang sehat? Tips-tips di bawah ini dapat membantu Anda.

Jadikan rumah Anda sebagai “surga nutrisi” untuknya. Anda mungkin tidak bisa terlalu mengawasi pola makan anak Anda saat ia berada di luar rumah, tetapi Anda bisa mengawasinya saat ia berada di rumah. Dengan menjaga tradisi makanan sehat di rumah Anda, dan memberikannya makanan yag tidak mengandung bahan-bahan yang tidak baik untuknya, balita Anda akan selalu memakan makanan yang bernutrisi tinggi untuk tubuhnya.

Berikan mereka makanan sehat yang lezat. Jika Anda mengganti permen dengan potongan wortel, tentu saja balita Anda akan menganggap makanan bernutrisi tinggi dengan rasa tidak enak. Berikanlah mereka makanan yang sehat tetapi lezat, buah-buahan yang menarik, dan sebagainya. Balita yang belum terkontaminasi dengan makanan yang tidak sehat akan lebih menyukai makanan sehat dibandingkan makanan ringan yang berkalori tinggi.

Berikan contoh dengan pola makan Anda sendiri. Bahkan anak berusia 2 tahun akan protes jika ada standar ganda di keluarga, dimana ia harus makan yang sehat tetapi Anda memakan makanan yang tidak bernutrisi tinggi. Berikan ia contoh bahwa bukan saja anak kecil yang harus makan sehat tetapi mempunyai pola makan sehat berguna bagi seluruh keluarga.

Beritahukan semua yang mengurus balita Anda bahwa Anda ingin mereka makan sehat. Karena bukan cuma Anda yang mengurus balita Anda, Anda harus memberitahu pengasuh mereka, guru mereka di Pre-School, TK, dan sebagainya bahwa mereka harus dibiasakan makan sehat. Ini bukan berarti mereka tidak boleh memakan kue ulang tahun saat teman atau sepupu mereka merayakan ulang tahun, tetapi hanya sebagai indikasi bahwa Anda ingin mereka makan sehat senantiasa dan bukan makan junk food/makanan yang tidak bernutrisi.

Buat perjanjian dengan anak Anda. Sering kali yang menyebabkan balita Anda memakan makanan yang tidak sehat adalah pengaruh teman sebayanya. Dengan membuat perjanjian dengan anak Anda, supaya mereka menghindari makan makanan junk food/yang tidak bernutrisi saat bermain dengan teman-temannya, akan membantu anak Anda untuk mempunyai pola makan yang sehat.

Jangan terlalu ketat. Pada akhirnya, bila Anda selalu memaksanya untuk makan sehat, balita Anda bisa merasa frustrasi karena Anda terlalu keras mendidiknya. Berikan dia kesempatan sekali-sekali untuk memakan makanan junk food, sebagai “hadiah” karena ia sudah berhasil mempunyai pola makan yang sehat. Batasi jumlahnya dan jangan terlalu sering membiarkannya jajan di luar. Dengan ini, rasa ingin tahunya akan terpenuhi tanpa merusak pola makan sehatnya.

Makanan Sehat

Makan enak memang tak dilarang, namun pilihan yang bijak dapat membuat keluarga Anda lebih sehat.

Pizza
Siapa yang tidak suka pizza? Anak-anak sangat menyukainya, plus mama tidak perlu repot-repot memasak. Ada beberapa cara untuk mengurangi ‘dosa’ karena mengkonsumsi makanan penuh cita rasa ini:
1. Memesan dari resto yang adonan pizza-nya tidak terlalu berlemak.
2. Memilih pizza yang plain atau sarat sayur (jauhi aneka topping dari daging).
3. Membeli salad sayur hijau dan buah sebagai makanan ekstra. Karena sudah mengonsumsi banyak sayur dan buah, akhirnya kami makan lebih sedikit pizza dari seharusnya.

Mentega
Memang sih, mentega berupa bisa menyebabkan sumbatan pada jantung. Tapi, mentega adalah lemak paling lezat – makanan terasa makin enak dibandingkan menggantinya dengan bahan lain. Namun, coba taruh mentega lebih sedikit dari takaran seharusnya. Misalnya, ketika memanggang cookies, campurkan setengah takaran mentega yang sudah dihaluskan (sesuai resep) dengan setengah takaran krim keju bebas lemak. Ketika membuat fettuccine alfredo, lelehkan dua sendok makan mentega (ini membantu mengeluarkan aroma mentega) ketimbang memasukkan delapan sendok makan mentega yang dibutuhkan. Untuk brownies, gunakan setengah takaran mentega dan mengganti setengah takaran lagi dengan krim asam yang bebas lemak.

Anak menolak roti whole-wheat
Anak biasanya lebih suka roti putih. Jadi, coba beri mereka roti putih yang diperkaya serat. Roti ini bisa menambah serat sebanyak dua gram per lembar. (Roti putih biasa hanya mengandung satu gram serat per lembar atau malah nihil sama sekali).

Makan cookies atau es krim hampir tiap hari
Bila Anda melarang sama sekali, anak Anda akan minta dan minta terus. Akhirnya, ia akan makan secara berlebihan begitu ‘berhasil’ mendapatkannya. Supaya kadar lemak dan kalori tetap terkontrol, beli es krim yang light namun rasanya tetap enak. Selain itu, beli cookies yang lebih sehat, seperti oatmeal dibandingkan double chocolate chip. Perbolehkan makan satu buah sebagai bonus setiap hari.

Anak tidak suka susu
Temukan alternatif yang pas untuk anak, seperti jus jeruk yang diperkaya kalsium dan yogurt. Anda bisa juga mengonsumsi makanan yang mengandung keju sebanyak satu kali dalam sehari (semuanya dari keju rendah lemak): omelet, keju panggang, sándwich ayam dan keju, taco, atau makaroni dan keju buatan sendiri.

Agar Anak Mau Makan Sayur

Melihat anak tumbuh dan berkembang dengan sempurna adalah harapan setiap orangtua. Tak heran jika untuk mewujudkannya anak diberi makanan yang mengandung cukup gizi dan vitamin.

Salah satu cara untuk memenuhi kecukupan gizi dan vitamin adalah dengan mengonsumsi sayur. Namun bagi sebagian orangtua hal tersebut sulit dilakukan karena anak tidak suka makan sayur. Kalau sudah begini orangtua biasanya membujuk dengan iming-iming agar anak mau menyantap sayur.

Sebenarnya ada cara lain yang dapat dilakukan agar si buyung dan si upik mau makan sayur tanpa harus dibujuk, antara lain sebagai berikut:

Buatlah penyajian sayur semenarik mungkin. Misalnya, jika memasak sup, anda bisa membentuk potongan wortel menyerupai bunga matahari atau menambahkan makaroni dengan bentuk yang menarik. Gunakan pula mangkuk yang cukup besar dengan motif atau gambar yang juga menarik untuk menimbulkan selera makan si anak.

Jika anak tetap tidak mau memakan sayur, anda bisa menyajikan sayur tersebut dalam bentuk jus yang dicampur dengan es, misalnya wortel, tomat atau mentimun. Agar lebih menambah rasa, tambahkan sedikit gula atau madu yang juga baik untuk kesehatannya. Jangan lupa agar tampilannya menarik, hiaslah gelas dengan sedotan warna-warni, payung kecil atau kreasi lainnya.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah menyusun sayur di atas piring sedemikian rupa sehingga menarik untuk dilihat dan disantap. Anda bisa menggunakan mentimun, wortel, buncis dan seledri untuk membuat wajah orang di atas piring. Berkreasilah semaksimal mungkin dengan sayur yang lain agar nafsu makan si anak bisa muncul.

Terkait dengan poin di atas, anda juga bisa mengajak si kecil untuk ikut berkreasi membentuk makannya menjadi sedap dipandang. Dari langkah ini pun diharapkan seorang anak akan terangsang daya imajinasinya.

Saat memasak, ajaklah si kecil untuk turut andil dalam kegiatan ini, misalnya mereka bisa membantu mencuci sayuran yang akan dimasak atau jika anak sudah cukup besar biarkan mereka memotong sayuran tersebut dengan pengawasan orangtua tentunya. Biarkan pula mereka sesekali mengaduk sayur yang tengah dibuat. Dari sini diharapkan anak akan mencoba memakan apa yang telah dimasaknya.

Langkah terakhir yang dapat dicoba adalah dengan menyembunyikan sayur di dalam makanan mereka. Misalnya dengan memasukkan sedikit sayur di dalam roti isi. Selamat mencoba.

Nutrisi Otak Agar Anak Cerdas

Pastikan Anda memberikan nutrisi yang cukup untuk otak si kecil agar ia tumbuh sehat dan juga cerdas karena dengan kekurangan salah satu nutrisi tersebut akibatnya perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya pun akan turut terpengaruh (menurut suatu penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, Inggris, tahun 2001).

Agar si kecil tumbuh sehat juga cerdas maka Kebutuhan yang diperlukan antara lain Lemak Pembangunan Otak, Lemak, terutama asam lemak (DHA dan ARA), adalah salah satu nutrisi yang penting untuk pertumbuhan otak dan mata si kecil. Kekurangan kedua jenis asam lemak esensial itu saat lahir berkorelasi dengan berat badan yang rendah, lingkar kepala yang kecil, dan ukuran plasenta yang rendah. Akibatnya perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya pun turut terpengaruh. menurut suatu penelitian yang dipublikasian dalam Brithis Medical Journal, Inggris, tahun 2001.

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, berikan ASI seoptimal mungkin untuk si kecil. Sebab ASI terbukti mengandung asam lemak yang dibutuhkan otak untuk bisa berkembang. Dari studi yang dilakukan di The University of Kentucky Chandler Medical Center, Amerika Serikat, terbukti IQ bayi yang diberi ASI jauh lebih tinggi dibanding dengan yang tidak diberi ASI. Dan, pada saat anak mulai diberikan makanan padat, kebutuhan asam lemak itu bisa Anda penuhi dengan memberikan ikan, telur bebek, susu yang diperkaya DHA dan ARA, atau minyak jagung.

Karbohidrat Bahan Bakar Otak Glukosa dari makanan yang kaya karbohidrat merupakan bahan bakar otak yang amat penting agar otak berfungsi optimal. Proses pengolahan informasi dan mengingat dapat berjalan dengan baik dengan terpenuhinya kebutuhan glukosa otak tersebut. Ini semua bisa didapatkan dengan memberikan anak berbagai jenis kacang-kacangan, kentang, buah-buahan seperti pisang, sawo, serta sayur-sayuran misalnya singkong dan daun ubi jalar.

Sedangkan untuk Protein Pembentukan Neurotransmiter adalah senyawa asam amino yang berperan terhadap proses pengolahan informasi di otak. Kadar ini sendiri amat berpengaruh terhadap seberapa banyak protein yang ada dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari Kebutuhan ini bisadidapat dari ikan, daging, keju, yogur dan kacang-kacangan Sedangkan kebutuhan Buah-buahan, Sayur-sayuran yang diperkaya antioksidan amat diperlukan untuk melindungi otak dari proses kerusakan sel-sel otak yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat, seperti proses belajarpun jadi lamban.


Majalah Lisa

Makanan Selingan Balita

ANAK pada usia balita juga membutuhkan gizi seimbang yaitu makanan yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. Makanan seimbang pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut.

Gizi makanan sangat mempengaruhi pertumbuhan termasuk pertumbuhan sel otak sehingga dapat tumbuh optimal dan cerdas, untuk ini makanan perlu diperhatikan keseimbangan gizinya sejak janin melalui makanan ibu hamil. Pertum-buhan sel otak akan berhenti pada usia 3-4 tahun.

Pemberian makanan balita sebaiknya beraneka ragam, menggunakan makanan yang telah dikenalkan sejak bayi usia enam bulan yang telah diterima oleh bayi, dan dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga.

Pembentukan pola makan perlu diterapkan sesuai pola makan keluarga. Peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku makan yang sehat. Seorang ibu dalam hal ini harus mengetahui, mau, dan mampu menerapkan makan yang seimbang atau sehat dalam keluarga karena anak akan meniru perilaku makan dari orangtua dan orang-orang di sekelilingnya dalam keluarga.

Makanan selingan tidak kalah pentingnya yang diberikan pada jam di antara makan pokoknya. Makanan selingan dapat membantu jika anak tidak cukup menerima porsi makan karena anak susah makan. Namun, pemberian yang berlebihan pada makanan selingan pun tidak baik karena akan mengganggu nafsu makannya.

Jenis makanan selingan yang baik adalah yang mengandung zat gizi lengkap yaitu sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, seperti arem-arem nasi isi daging sayuran, tahu isi daging sayuran, roti isi ragout ayam sayuran, piza, dan lain-lain

Fungsi makanan selingan adalah

1). Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat dalam bahan makanan selingan.

2). Melengkapi zat-zat gizi yang mungkin kurang dalam makanan utamanya (pagi, siang dan malam).

3). Mengisi kekurangan kalori akibat banyaknya aktivitas anak pada usia balita.

Makanan selingan yang baik dibuat sendiri di rumah sehingga sangat higienis dibandingkan jika dibeli di luar rumah.

Bila terpaksa membeli, sebaiknya dipilih tempat yang bersih dan dipilih yang lengkap gizi, jangan hanya sumber karbohidrat saja seperti hanya mengandung gula saja. Makanan ini jika diberikan terus-menerus sangat berbahaya. Jika sejak kecil hanya senang yang manis-manis saja maka kebiasaan ini akan dibawa sampai dewasa dan risiko mendapat kegemukan menjadi meningkat. Kegemukan merupakan faktor risiko pada usia yang relatif muda dapat terserang penyakit tertentu.

Cake Wortel Keju

Untuk : 20 buah
1 buah : 176 kalori

Bahan:

* 150 gr margarin

* 180 gr tepung terig* * 200 gr gula pasir

* 10 btr kuning telur

* 6 btr putih telur

* 100 gr wortel parut

* 100 gr keju parut

* 1 bks kaldu instan

Cara Membuat:

1. Mixer gula dan margarin hingga kental, masukkan kuning telur, mixer hingga rata, masukkan tepung terigu, kaldu instan, dan keju, aduk rata.

2. Sementara itu kocok putih telur hingga kaku, campur dengan adonan di atas, aduk rata.

3. Masukkan wortel parut, siapkan 9 buah cetakan bentuk ikan yang telah diolesi margarin, tuang adonan ke dalam masing-masing cetakan dan panggang dalam temperatur 180 derajat Celcius selama 30 menit, angkat.

4. Hidangkan.

Nugget Ikan

Untuk : 10 porsi
1 porsi : 127 kalori

Bahan:

* 250 gr ikan kakap

* 2 lbr roti tawar

* 2 btr telur ayam

* Garam secukupnya

* Sedikit pala

* Sedikit thyme (jika suka)

* 2 btr putih telur

* Tepung panir

* Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:

1. Blender ikan, roti tawar dan telur, angkat.

2. Masukkan semua bumbu, aduk rata.

3. Ambil loyang, minyaki terlebih dulu, alasi dengan kertas roti lalu tuang adonan dan kukus selama lebih kurang 30 menit, angkat.

4. Setelah dingin dipotong-potong seperti bentuk jari atau bentuk binatang (sesuai selera) kemudian dipanir lalu celup ke putih telur dan dipanir lagi, setelah itu goreng dalam minyak panas sampai berwarna kecoklatan, angkat.

5. Hidangkan.

Tinggal Dekat Jalan Tol Bahayakan Kesehatan Bayi

Bermukim dekat dengan jalan tol memang praktis, terutama dalam hal berkendara. Namun menurut penelitian, tinggal di dekat jalan tol dapat berbahaya bagi kesehatan bayi.

Dr. Melissa Genereux dari Kanada menulis dalam sebuah jurnal kesehatan mengenai hasil penelitiannya terhadap 100.000 kelahiran bayi di Monteral selama periode 1997-2001. Mereka yang diteliti adalah yang bermukim di sekitar jalan tol.

Dalam penelitian terbukti, bayi-bayi yang lahir dari pemukiman berjarak 200 meter dari jalan tol memiliki risiko untuk lahir prematur sebanyak 14 persen. Mereka juga memiliki resiko 17 persen untuk lahir dalam berat di bawah standar, demikian kutip detikhot dari health24, Senin (4/8/2008).

Dari data yang ditemukan, bayi yang lahir dengan berat badan rendah pada pemukiman berjarak 200 meter dari jalan tol meningkat sebanyak 81 persen. Sedangkan yang lahir prematur mengalami kenaikan hingga 58 persen.

Lebih lanjut dijelaskan, polusi merupakan dalang dari keadaan di atas. Semakin dekat pemukiman dengan jalan tol, maka akan semakin banyak polusi dari kendaraan yang terhirup.

Pada ibu hamil, hal tersebut mempengaruhi janinnya secara langsung sehingga menganggu kesehatan janin. Misalnya infeksi pada sistem pernapasan sang jabang bayi. Jadi pilih-pilih dengan baik lokasi rumah Anda.

dari detikhot.com

Kegemukan (Obesitas) pada Anak

Bila anak anda mengalami KEGEMUKAN atau kelebihan berat badan (Obesitas)…. Jangan merasa sendirian,…. Menurut penelitian terbaru terjadi peningkatan persentasi masalah kegemukan pada anak-anak didunia. Apakah penyebabnya dan bagaimana mencoba mencegah atau mengatasinya?

Untuk anak yang masih kecil hal ini tidak akan menjadi masalah, tapi bila semakin dewasa perkataan seperti ndut, kayak bola, badak, kingkong dll, akan mempengaruhi kepercayaan diri seorang anak.

Bila anak anda mengalami KEGEMUKAN atau kelebihan berat badan, jangan merasa sendirian. Menurut penelitian terbaru terjadi peningkatan persentasi kegemukan pada anak-anak didunia.

Penelitian menunjukkan bahwa kegemukan pada anak jaman sekarang disebabkan karena kurangnya aktivitas dalam gaya hidup dan juga cara serta kebiasaan makan.

Kegemukan merupakan factor resiko besar terjadinya masalah jantung, tekanan darah tinggi, gula darah dll. Oleh karenanya orang tua harus berfikir tentang kesehatan anak dimasa datang.

Tidak ada cara yang cepat dan mudah untuk menolong anak anda menurunkan berat badannya. Diperlukan waktu yang panjang untuk merubah cara hidup dan kebiasaan makan yang mungkin tidak sesuai dengan kebiasaan keluarga anda.

Beberapa Tips untuk mencegah atau mengatasi Kegemukan pada anak:

• UBAHLAH GAYA HIDUP KITA SENDIRI. Sebagai orang tua kita harus menjadi contoh yang baik dalam penerapan cara hidup dan makan yang sehat.

• SEDIAKAN WAKTU UNTUK EXERCISE (aktivitas). Temukan aktivitas yang disukai dan menarik untuk anak anda dan dapat membakar kalori sepeti: berlari, berenang, naik sepeda, berjalan (jogging). Lakukan ini secara rutin.

• PILIHLAH MAKANAN YANG SEHAT. Kurangi makanan “fastfood or junk food” yang hanya mengandung tinggi lemak dan garam. Kurangi konsumsi gula. Berikan anak 3 kali makan dengan porsi kecil dan 3 kali makanan kecil(snack) dengan porsi kecil, sehingga anak tidak merasa lapar. Berikan banyak minum air putih juga juice seperti orange juice yang mengandung vit.c juga serat, juga berikan banyak makan buah dan sayuran. Pilihlah snack yang rendah lemak.

• UBAHLAH KEBIASAAN MAKAN KELUARGA. Berikan makan pada anak hanya bila anak anda lapar dan bukan karena sekedar ingin makan sesuatu. Bila anak anda baru saja makan dan ingin untuk makan lagi cobalah untuk mengalihkan aktivitasnya atau memberikan sesuatu yang lain, karena anda tahu anak anda tidak benar-benar lapar. Jangan pernah makan atau ngemil selama nonton TV.

• BERIKAN DUKUNGAN ANDA. Sangat penting untuk seluruh keluarga merubah cara hidup untuk menolong anak anda. Jangan menyimpan makanan junk food, minuman soda yang kaya akan gula, makanan tinggi lemak (potato chip dll) dirumah anda. Siapkan menu makanan yang rendah lemak dan sehat untuk seluruh keluarga. Ikuti kegiatan exercise.

• BERIKANLAH PUJIAN ATAU PERHATIAN BILA ANAK SUDAH MELAKUKAN SESUATU YANG BAIK. Hadiah dan pujian dapat memotivasi anak untuk tetap berdiet. Contohnya bila anak anda dalam 1 minggu berinisiatif untuk minum air putih ketimbang soda maka pujilah anak anda, berikan hadiah mainan atau aktivitas kesenangannya, tapi JANGAN berikan makanan sebagai hadiah.

• PERIKSAKAN KE DOKTER. Periksakanlah anak anda ke dokter/dokter anak untuk pengawasan diet juga mengecek berat badanya setiap 2-4 minggu sekali. Hindari menimbang berat badan anak setiap waktu dirumah karena dapat menimbulkan stress pada anak anda.

Sebagai orang tua kita harus melakukan peranan kita untuk menolong anak kita, yang hanya tindakan sederhana tapi memberikan perubahan yang tetap terhadap cara hidup, kebiasaan olahraga dan makan pada anak nantinya. Yang semuanya ini sangat bermanfaat bagi kesehatan anak anda di masa datang.

Diare dan Penanganannya

Penyakit diare atau berak mencret merupakan salah satu penyakit yang sering mengenai bayi dan balita. Apa itu diare? Apa saja yang sebaiknya dilakukan? Apa sajakah penyebab diare? Dapatkah diare ini dicegah? Bagaimana penanganan diare yang sebaiknya?

Apa itu Diare?

Jika bayi atau anak anda tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, baik frekuensi / jumlah buang air yang menjadi sering dan keluar dalam konsistensi cair daripada padat, maka itu adalah diare.

Seorang bayi baru lahir umumnya akan buang air besar sampai lebih dari sepuluh kali sehari, dan bayi yang lebih besar akan mempunyai waktu buang air masing-masing, ada yang sehari 2-3 kali sehari atau ada yang hanya 2 kali seminggu saja. Dengan kata lain anda harus mengetahui apa yang NORMAL buat bayi atau anak anda dari kebiasaan buang air besar mereka.

Penyebab diare :
* Virus (penyebab diare tersering – dan umumnya karena Rotavirus) gejala : Berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah lendir, berbau asam.
* GE ( flu perut) terbanyak karena virus.
* Bakteri - Berak2 dengan darah/lendir , sakit perut. - Memerlukan antibioka sebagai terapi pengobatan.
* Parasite(Giardiasis) - Berak darah+/- dan lendir, sakit perut. - perlu antiparasite
* Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotilka – Bila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotika, maka hubungi dokter anda.
* Alergi susu,- diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut, biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
* Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain ; misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak dll.

Gejala Diare Akut (Diare Mendadak) :
Penyebab diare akut ( diare mendadak) tersering adalah karena VIRUS , khas berak-berak air (watery), berbusa, TIDAK ada darah atau lendir, dan berbau asam.

Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :

- Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.

- Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.

- Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar

- Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.

- Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

Pengobatan Diare
Karena penyebab Diare akut / diare mendadak tersering adalah Virus, maka TIDAK ada pengobatan yang dapat menyembuhkan, karena biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kurang cairan.

Diare akut dapat disembuhkan HANYA dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan minuman / cairan yang cukup saja.

Yang perlu diingat pengobatan BUKAN memberi obat untuk mengHENTIKAN diare, karena diare sendiri adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akan memperburuk saluran tersebut.

Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh, akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari - (14 hari) dimana diare makin berisi - dari air (watery) mulai berampas, berkurang frekuensi nya dan sembuh. Yang terpenting pada diare adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasi.

Yang terpenting diperhatikan pada kasus diare mendadak ini adalah:
* Ingat menghentikan diare virus dengan obat bukanlah jalan terbaik. Tetapi jangan menjadi bingung bila diare tetap ada sampai beberapa hari. Karena biasanya berlangsung beberapa hari-14 hari. Dan sembuh. Tergantung dari keadaan kesehatan anak dan banyaknya cairan yang masuk.
* Pengatasan diare adalah dengan memperhatikan adanya tanda-tanda DEHIDRASI
* Penanganan Yang terbaik adalah tetap memberikan makanan dan minum (ASI) seperti BIASA. Bila sudah disertai muntah, untuk pengantian cairan anda dapat memberikan pedialyte ( oralit unutk anak2 dengan beberapa rasa). Kurangi makanan yang mengandung terlalu banyak GULA. Ingat memang tidak mudah memberikan anak cairan yang agak terasa asin ini, bahkan beberapa anak akan menolaknya. Tapi bersabarlah dan tetap berusaha mencari jalan supaya anak dapat meminum cairan ini.
* Dan yang paling terpenting adalah Membuat anak kembali kemakanan padatnya ( dan / atau susu formulanya/ASI) karena ini adalah yang TERBAIK untuk mengobati diarenya. Karena sel2 usus yang dirusak oleh virus memerlukan NUTRISI untuk pembentukan kembali. Penelitian menyatakan bahwa pemberian makanan seperti BIASAnya akan memperpendek masa waktu gejala dari diare ini.

Pencegahan Diare:
- Teruskan Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
- Perhatikan kebersihan dan gizi yang seimbang untuk pemberian makanan pendamping ASI setelah bayi berusia 4 bulan.
- Karena penularan kontak langsung dari tinja melalui tangan / serangga , maka menjaga kebersihan dengan menjadikan kebiasaan mencuci tangan untuk seluruh anggota keluarga. Cucilah tangan sebelum makan atau menyediakan makanan untuk sikecil.
- Ingat untuk menjaga kebersihan dari makanan atau minuman yang kita makan. Juga kebersihan perabotan makan ataupun alat bermain si kecil.

Hubungi dokter anda, bila:
* Diare disertai Darah - perlu pengobatan spesifik dengan antibiotika.
* Adanya tanda-tanda DEHIDRASI ( tidak ada air mata ketika menangis, kencing berkurang atau tidak ada kencing dalam 6-8 jam, mulut kering)
* Adanya panas tinggi (.38.5C) yang tidak turun dalam 2 hari.
* Muntah terus menerus - tidak dapat masuk makanan / asi .
* Adanya sakit perut - kolik - pada bayi akan menangis kuat dan biasanya menekuk kaki, keringatan dan gelisah.

Atasi Kelamin Ganda Sejak Dini

PENYESUAIAN kelamin pada penderita kasus kerancuan kelamin atau ambiguous genitalia serta kelamin ganda atau hypospadia seharusnya dilakukan sedini mungkin. Penanganan segera ini akan meringankan penderita secara fisik maupun psikologis.

Demikian diutarakan Ketua Panitia Seminar dan Workshop Ambigous Genitalia dan Hypospadia, Ardy Santosa, di Kota Semarang, Jumat (17/10). Seminar yang berlangsung selama dua hari ini, menurut Ardy, diadakan guna memberikan informasi kepada setiap pelayanan kesehatan untuk lebih waspada terhadap kasus kerancuan kelamin atau kelamin ganda sejak proses persalinan.

”Sejak bayi lahir sebetulnya sudah dapat dideteksi ada kelainan atau tidak dengan memeriksa kromosomnya. Jika hal ini sudah ditangani sejak dini, ke depannya penderita akan lebih mudah menjalani kehidupannya,” kata Ardy.

Tidak nyaman
Mayoritas penderita selama ini menjalani kehidupan dengan tidak nyaman karena hidup dalam ketidakpastian selama bertahun- tahun. Namun, dari tahun ke tahun, Ardy menyebutkan, kasus yang ditangani oleh tim genital dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang menunjukkan usia pasien lebih muda dari tahun ke tahun.

”Karena itu, dengan seminar ini, kami berharap kasus sudah dapat ditangani bahkan sejak bayi lahir. Bagi keluarga, ini akan memudahkan proses pencatatan secara hukum juga,” ujarnya.

Ketua tim penyesuaian kelamin RSUP dr Kariadi Semarang yang juga guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, Sultana MH Faradz, mengatakan, keterlambatan penanganan penyesuaian kelamin dapat menyebabkan kanker. ”Ini yang sering kali tidak disadari,” tuturnya.

Hambatan lain, menurut Sultana, adalah keterbatasan ekonomi penderita untuk membayar biaya penanganan yang jumlahnya tidak sedikit. Karena itu pula ia memotori terbentuknya Forum Komunikasi Interseks Indonesia (FORKIS) untuk mendukung penanganan kepada para penderita kerancuan kelamin dan kelamin ganda.

Humas FORKIS, Mohammad Abbie (26), yang sebelumnya penderita kerancuan kelamin, mengatakan bahwa dengan forum ini para penderita ataupun mereka yang sudah sembuh dapat saling berbagi informasi dan pengalaman.

”Kami juga melihat kebanyakan penderita berasal dari kalangan dengan ekonomi lemah. Karena itu, kami berharap forum ini juga dapat membantu mereka dalam hal dana,” ujarnya.

FORKIS yang terbentuk Juli lalu baru memiliki 24 anggota yang terdiri dari mantan penderita kerancuan kelamin dan kelamin ganda, serta berbagai pihak yang peduli. Abbie mengatakan, ada sekitar 400 calon anggota di Indonesia yang akan bergabung. Wadah ini, menurutnya, sangat penting untuk mendukung penderita yang umumnya sulit diterima di masyarakat.

Diare pada Anak

Diare adalah penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak di negara berkembang. Dengan perkiraan 1,3 milyar epidosd dan 3,2 juta kematian tiap tahun pada balita. Secara keseluruhan anak-anak ini mengalami rata-rata 3,3 episod diare per tahun, tetapi di beberapa tempat dapat lebih dari 9 episod per tahun. Pada daerah dengan episod yang tinggi ini, seorang balita dapat menghabiskan 15% waktunya dengan diare. Sekitar 80% kematian yang berhubungan dengan diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Penyebab utama kematian karena diare adalah dehidrasi sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui tinjanya. Penyebab kematian lain yang penting adalah: disentri, kekurangan gizi dan infeksi yang serius seperti pneumonia.

Diare adalah penyebab penting kekurangan gizi. Ini disebabkan karena adanya kehilangan selera makan pada penderita diare sehingga dia makan lebih sedikit daripada biasanya dan kemampuan menyerap sari makanan juga berkurang. Padahal kebutuhan sari makanannya meningkat akibat dari infeksi.

Diare secara epidemiologik biasanya didefinisiskan sebagai keluarnua tinja yang lunak atau cair tiga kali atau lebih dalam satu hari. Namun demikian ibu-ibu mungkin menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menggambarkannya, tergantung misal pada apakah konsistensi tinjanya lebih lunak, cair, berdarah, atau berlendir, atau adanya muntah. Sangat penting untuk mengetahui istilah ini apabila menanyakan apakah anak menderita diare. Bayi yang mendapatkan ASI penuh biasanya mengeluarkan tinja beberapa kali tinja yang lunak atau agak cair setiap hari. Untuk hal tersebut, lebih praktis mendefinisikan diare sebagai meningkatnya frekuensi tinja atau konsistensinya menjadi lebih lunak sehingga dianggap abnormal oleh ibunya (biasanya lunak, ini jadi lebih lunak lagi).
Sumber: Buku Ajar Diare - Depkes

Diare Cair Akut
Diare cair akut adalah buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam dengan konsistensi cair dan berlangsung kurang dari 1 minggu. Kematian disebabkan karena dehidrasi. Penyebab terbanyak pada usia 0-2 tahun adalah infeksi rotavirus.

Upaya Promotif/Preventif (Pencegahan)
-Pada bayi, upayakan ASI tetap diberikan
-Kebersihan perorangan, cuci tangan sebelum makan
-Kebersihan lingkungan, buang air besar di jamban
-Imunisasi campak
-Memberikan makanan penyapihan yang benar
-Penyediaan air minum yang bersih
-Selalu memasak makanan
(Ini standar hal-hal baik yang harus kita lakukan kan? Tapi ternyata tidak mudah, karena insidensi diare dan kematian akibatnya masih banyak… menyedihkan)

Hal Yang Penting Diperhatikan
-Sudah berapa lama diare berlangsung? Berapa kali sehari? Warna? Konsistensi tinja? Ada lendir atau darah? Baunya seperti apa, amis, kecut, menyengat?
-Adanya muntah, anak lemah, kesadaran menurun, rasa haus, rewel, kencing terakhir, suhu badan
-Jumlah cairan yang masuk selama diare
-Apakah masih minum ASI? Atau susu formula? Makan makanan yang tidak biasa?
-Penderita diare di sekitarnya? Asal sumber air minum?

Terapi Obat
-Tidak boleh diberikan anti diare
-Antibiotik
-Antiparasit
Pemberian terapi antibiotik dan antiparasit harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan penunjang biakan kuman

Cairan dan Elektrolit
Prinsipnya… bila terjadi tanda-tanda dehidrasi berikan asupan cairan yang memadai
Jenis cairan
Per Oral : cairan rumah tangga, oralit
Parenteral: di rumah sakit dilakukan pemasangan infus
Volume cairan disesuaikan dengan derajat dehidrasi, prinsipnya cairan harus balance
-Pada dewasa selisih input output + 50 cc
-Pada anak selisih input output + 20 cc
Lengkapnya, rumus balance cairan sudah saya posting di threadnya mas GEO tentang minum air itu loh

Nutrisi
Anak tidak boleh dipuasakan, makanan diberikan sedikit-sedikit tapi sering (lebih kurang 6 kali sehari) rendah serat, buah-buahan diberikan terutama pisang (karena pisang tinggi kalium)

Tumbuh Kembang
Timbang berat badan sebelum dan setelah rehidrasi (penggantian cairan), dua minggu setelah sembuh dan seterusnya secara periodik sesuai umur.


Sumber: Standar Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia

Susu Kedelai untuk Penderita Autisme

Bila buah hati Anda menderita autisme ataupun alergi susu sapi, susu kedelai bisa menjadi pilihan. Di antara jenis kacang-kacangan, kedelai merupakan sumber protein, mineral, lemak, dan serat yang paling baik. Karena itu, susu kedelai bisa menggantikan susu sapi.

Susu kedelai memiliki banyak kandungan gizi yang tak kalah dengan susu hewani. Bahkan, berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, terbukti bahwa susu kedelai mampu mengatasi penyakit kanker (usus, payudara, dan prostate), menurunkan kadar kolesterol, menghambat menopause, mencegah osteoporosis, dan mampu meningkatkan imunitas tubuh.

Sebagaimana disebutka di atas, susu kedelai bisa menjadi alternatif sumber protein bagi anak penderita autisme. Autisme adalah gangguan perkembangan yang terjadi pada masa anak-anak, sehingga membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Penderita autisme sebaiknya tidak mengkosumsi makanan yang mengandung kasein (protein susu) dan glutein (protein tepung). Selain sulit dicerna, makanan yang mengandung kedua jenis protein tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Jika dikonsumsi perilaku penderita autisme akan menjadi lebih hiperaktif.

Sumber Kasein berasal dari susu hewani (susu sapi) serta berbagai macam produknya, seperti keju dan krim. Bagi penderita autisme, susu sapi dapat diganti dengan susu kedelai, karena tidak mengandung kasein dan glutein. Dengan demikian, para penderita autisme tetap memperoleh masukan protein, vitamin, dan mineral yang cukup.

Khusus untuk balita, susu kedelai sebaiknya diberikan setelah anak berumur di atas satu tahun. Porsinya cukup 250-500 ml atau 1 2 gelas perhari. Dua gelas susu kedelai mampu memasok 30% kebutuhan protein perhari bagi balita. Susu kedelai dapat diberikan setelah atau sebelum makan, tergantung kebiasaan dan selera anak.

Anak Obesitas dan Berkaki "O"

Ketika berjalan, kaki kiri anak saya (1 tahun 10 bulan) seperti membentuk
huruf O. Perlukah terapi khusus?

Anda pernah melihat atau men-download growth chart WHO seri terbaru untuk anak Asia? Dengan BB 18,5 kg dan tinggi badan 95 cm, si kecil memang kegemukan. Saat ini, kegemukan menjadi pandemi (global) dan menimbulkan concern banyak pihak, karena terkait banyak dengan masalah medis maupun psikososial. Kalau boleh memberikan saran, saya lebih prihatin akan kegemukannya ketimbang dengan bentuk kakinya.

Untuk kaki, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli ortopedi anak dan, tentu saja, berat badan bisa berpengaruh terhadap mobilitas si kecil. Makanya, cobalah berkonsultasi dengan ahli gizi klinik, serta ubah pola hidup seluruh keluarga. Caranya? Kurangi susu, perbanyak sayuran-buah serta ikan, kurangi garam, gorengan, dan gula, serta coba pelajari pola makan sehat seimbang untuk anak di www.mypyramid.gov atau google, lalu masuk USDA.

Semoga berhasil!

Perlukah Hernia Dioperasi?

Hernia pada bayi baru lahir dan anak terjadi akibat adanya suatu area yang ’lemah’ di dinding perut. Kondisi ini sudah ditemukan sejak lahir. Kadangkala, hernia hanya terlihat saat bayi menangis, batuk, atau mengedan (ketika pup). Pada anak lebih besar, hernia akan terlihat lebih jelas lagi, terutama ketika anak batuk, mengedan atau berdiri untuk jangka lama.

Sampai kini, tidak ada penyebab yang jelas. Umumnya, disebabkan peningkatan tekanan dalam rongga perut, sejak dalam kandungan sudah ada bagian dinding perut yang lemah, atau keduanya. Pada bayi dan anak, faktor risiko terjadinya hernia adalah ketidakmatangan organ dan riwayat keluarga.

Masalahnya, hernia akan terus membesar bila tidak dikoreksi. Pembesaran ini akan menekan organ di sekelilingnya, sehingga muncul rasa nyeri dan pembengkakan. Komplikasi paling serius terjadi jika sebagian usus terperangkap di lubang hernia, tidak bisa masuk lagi ke rongga perut. Kondisi ini menyebabkan usus mengalami sumbatan, lalu timbul rasa nyeri, mual, muntah, dan tidak bisa membuang gas. Penjepitan juga mengakibatkan terganggunya aliran darah ke bagian usus tersebut, sehingga usus mati. Kondisi tersebut bisa mengancam jiwa dan harus secepatnya dioperasi.

Bila hernia kecil, masih ada waktu untuk observasi. Nah, diperlukan intervensi berupa operasi jika hernia terus membesar atau menimbulkan nyeri. Operasi hernia adalah prosedur bedah yang ringan. Dokter akan membuat sayatan kulit di area hernia, mendorong bagian usus yang keluar agar kembali masuk ke rongga perut, serta menjahit atau menutup lubang tadi. Yang pasti, konsumsi makanan tinggi serat akan membantu pola pup anak. Jadi, ia tidak perlu mengedan dan risiko hernia pun berkurang.

Terapi Mata Minus Pada Anak

Terdapat 2 jenis otot mata yang melingkari dari retina mata. Salah satunya kita sebut dengan otot silinder, berfungsi untuk menekan retina dan menjadikan lebih tebal. Satu lagi disebut dengan otot radikal dan fungsinya untuk menarik retina supaya menjadi tipis.

Dibagian depan mata terdapat sebuah retina. Image dipindah ke atas penerima yang terdapat di bagian belakang melalui retina.

Sewaktu anda melihat objek yang berdekatan, otot silinder akan menekan dan otot radikal akan mengembang, sehingga menjadikan retina lebih tebal dan membawa retina lebih dekat dengan penerima, maka objek akan difokuskan diatas penerima.

Sewaktu anda melihat objek yang berjauhan, otot radikal akan mengembang, menjadikan retina lebih tipis dan menjauhi dari penerima. Dengan begini objek akan difokus ke atas penerima.
Daya penglihatan yang lemah biasanya disebabkan oleh cara membaca yang tidak benar, makanan yang buruk, stress, polusi atau pencemaran alam dan juga penyakit-penyakit yang berhubungan dengan mata. Ada beberapa tekanan yang menyebabkan otot mata menekan secara tidak normal, mengakibatkan objek-objek tidak dapat difokuskan keatas penerima secara tepat. Maka ini menyebabkan daya penglihatan menjadi lemah, seperti rabun jauh, rabun dekat dan silinder.

Tekanan keatas otot mata juga akan menghambat aliran darah dan menyebabkan otot-otot mata dan komponen mata yang lain tidak mendapat nutrisi-nutrisi yang seharusnya didapatkan. Oleh karena itu mengistirahatkan mata anda pada saat letih adalah sangat penting.

Kacamata Vision akan mengistirahatkan mata anda dengan mengalihkan tekanan yang dialami setiap hari. Pada saat yang bersamaan juga, lubang atau rongga kacamata tersebut membuat mata anda fokus tanpa memberatkan kerja otot mata anda. Kacamata Vision mengurangi pancaran cahaya yang masuk dan menambah fokus pada mata anda, sehingga membuat objek terfokus sesuai denagn magnifikasi yang sesuai.

Kacamata Vision dibuat khusus untuk mereka yang memakai kacamata atau contact lens karena rabun jauh, rabun dekat, dan silinder. Dapat memperbaiki daya penglihatan yang lemah bagi semua golongan termasuk pelajar SD, SMP, SMU dan juga orang dewasa. Bahkan orang tua sekalipun. Pada dasarnya, sejak anda menggunakan kacamata, kacamata anda menjadi semacam tongkat pada mata anda. Akibat anda terlalu bergantung pada kacamata anda, daya penglihatan anda semakin lemah. Kemudian kekuarangan dari kacamata adalah kacamata perlu diganti apabila mata anda makin lemah karena minus, plus atau silindernya bertambah. Dengan menggunakan Kacamata Vision, membuat penglihatan anda akan pulih secara berangsur-angsur.

Merawat Gigi dan Mulut Balita

Perawatan gigi dan mulut pada masa balita dan anak ternyata cukup menentukan kesehatan gigi dan mulut mereka pada tingkatan usia selanjutnya. Beberapa penyakit gigi dan mulut bisa mereka alami bila perawatan tidak dilakukan dengan baik. Di antaranya caries (lubang pada permukaan gigi), ginggivitis (radang gusi), dan sariawan.

Untuk mencegahnya, beberapa hal berikut perlu mendapatkan perhatian orang tua:

1. Kurangi konsumsi makanan manis dan mudah melekat pada gigi seperti permen atau coklat. Namun melarang sama sekali dapat menimbulkan dampak psikis.
2. Ajak mereka menggosok gigi secara teratur dan benar pada pagi, sore, dan menjelang tidur. Lebih baik lagi bila dilakukan setiap usai makan. Biasakan mereka berkumur-kumur setelah makan makanan manis.
3. Siapkan makanan kaya kalsium (ikan & susu), fluor (teh, daging sapi & sayuran hijau), fosfor, serta vitamin A (wortel), C (bebuahan), D (susu), dan E (kecambah). Mineral dan vitamin tersebut diperlukan untuk pertumbuhan gigi mereka.
4. Jaga higiene oral mereka dengan baik. Bila ada karang gigi segera bawa ke dokter gigi untuk dibersihkan.
5. Ajak mereka memeriksakan gigi enam bulan sekali.
6. Bila tiba-tiba mengeluh sakit gigi, suruh mereka berkumur dengan air garam hangat dan lubang ditutup kapas berminyak cengkeh. Bila sariawan, suruh mereka berkumur dengan air rebusan sirih dan garam yang hangat. Lalu, bawa ke dokter/klinik gigi.

Ortu Stres Bikin Anak Mudah Sakit

KEHIDUPAN rumah tangga yang penuh dengan permasalahan seringkali mengundang stres. Tak sedikit orang tua sekarang mengalami tekanan jiwa akibat beban hidup yang sangat berat.

Celakanya lagi, tekanan yang dialami orang tua dapat berpengaruh pada anak-anak. Bahkan menurut sebuah riset, stres yang dialami orang tua dapat menyebabkan anak-anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Seperti yang diungkap para peneliti dari University of Rochester melalui sebuah studi yang dimuat jurnal New Scientist, tingkat keretanan anak terhadap penyakit relatif tinggi pada anak-anak yang orang tuanya mengalami depresi dan kecemasan. Peneliti juga menemukan adanya kaitan antara stres dengan sistem kekebalan tubuh pada anak-anak.

Sudah sejak lama diketahui bahwa stres dapat menyebabkan perubahan sistem kekebalan tubuh dan membuat seseorang mudah terserang infeksi dan penyakit lainnya. Namun begitu, riset yang juga dimuat dalam jurnal Brain, Behavior and Immunity ini, adalah yang pertama membuktikan bahwa masalah stres dapat menular atau merembet dari orang tua kepada anak-anak.

Dipimpin Dr. Mary Caserta, riset ini dilakukan dengan memantau 169 orang tua selama kurang lebih 3 tahun. Para ortu diminta untuk mencatat kasus penyakit yang dialami anak-anaknya, kemudian pemantauan ini diikuti dengan evaluasi secara psikiatri selama enam bulan.

Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat atau jumlah penyakit secara signifikan lebih tinggi pada anak-anak yang orang tuanya mengalami stres emosional pada level yang tinggi. Selain itu, sel-sel kekebalan dalam darah dari anak-anak juga terukur, dan mereka yang berasal dari ortu yang stres menunjukkan adanya kenaikan.

Peneliti mengakui bahwa memberi kebebasan pada ortu untuk mengukur atau mencatat kasus penyakit anak-anak dapat mempengaruhi signifikansi penelitian karena pada kenyataannya ortu yang sangat cemas cenderung mencatat level yang lebih tinggi. Walau begitu, peneliti mengatakan bahwa temuan ini tetap mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara stres pada orang tua dengan kesehatan anak-anak.

Sementara itu, Dr. David Jessop peneliti dari Bristol University, menyatakan perlunya untuk melakukan riset jangka panjang guna meneliti dan mengukur sejauh mana dampak langsung dari stres serta bagaimana anak-anak memulihkan diri selama ortunya mengalami stres yang lebih ringan.

Menurutnya, hasil riset ini sebaiknya tidak membuat para orang tua menjadi khawatir, atau malah menambah parah penderitaan serta tekanan kepada mereka yang tengah mengalaminya.

¨Pertanyaannya adalah ketika stres ini mereda, apakah kekebalan anak-anak mereka akan kembali normal atau mereka menjadi takut hidup? Saya percaya, anak-anak bisa sangat begitu tabah dan sistem yang mereka miliki cukup kuat untuk mengatasinya. Walaupun ini merupakan riset yang baik, para orang tua sebaiknya tidak terlalu mengkhawatirkannya,¨ tandas Dr Jessop. AC.

Amandel pada Anak

Tonsil atau amandel merupakan bagian dari tubuh yang mulanya ada gunanya, tetapi sampai pada saat tertentu justru bisa mengganggu kesehatan. Amandel tersebut berada di sekitar tenggorokan. Menurut dr Bambang Hari Santosa, Sp THT dari Siloam Hospitals Lippo Cikarang, amandel sebenarnya berfungsi sebagai barier atau pertahanan tubuh terhadap penyakit yang melewati mulut.

Pertahanan tersebut terdiri dari beberapa pasang yang disebut sebagai ring walldayer. Setiap bakteri yang masuk melalui mulut tidak segera tertelan ke dalam tubuh atau menyerang bagian tubuh, tetapi ditahan oleh bagian ini. Pertahanan tubuh ini efektif bekerja pada anak sampai usia menginjak 13 atau 14 tahun.

Pada usia lebih dari yang disebutkan, bagian amandel ini sudah tidak berfungsi lagi sebagai pertahanan tubuh terhadap penyakit. Justru sebaliknya, menjadi potensial untuk infeksi. "Karena sudah tidak ada fungsinya, ini malah bisa kena infeksi," ungkap Bambang.

Orang yang terserang amandel biasanya mengalami radang tenggorokan dan sulit untuk makan atau minum. Menelan apa pun rasanya sakit, sehingga ini sangat mengganggu akan aktifitas kehidupan seseorang.

Anak yang terserang peradangan amandel memiliki gejala antara lain setiap dua atau tiga bulan sekali terkena sakit panas. Anak yang selalu mengalami sakit panas dengan waktu yang demikian, bisa saja ini disebabkan karena amandel. Yang lain adalah kalau tidur ngorok, ini tidak wajar terjadi pada anak-anak.

Biasanya anak-anak tidak ngorok, karena memang bagian pernafasannya masih bagus. Sehingga bila dia ngorok bisa terjadi, karena adanya peradangan, kemudian kesulitan bernapas saat tidur.

Hal ini menjadikan suplai oksigen ke otak kurang, sehingga anak sering mengalami mimpi buruk. Terbangun tengah malam dan menangis. Ini biasanya disebut sleep apnoe.

Kondisi yang demikian sudah mengganggu bagi si anak. Ini juga bisa berlanjut hingga terjadinya radang tenggorokan.

"Kalau sudah demikian, sebaiknya dilakukan operasi pengangkatan amandel. Disarankan bila anak usianya sudah di atas enam tahun. Ini untuk memudahkan bagi diri pasien sendiri. Sebab kalau usia terlalu kecil, tidak bisa tenang, sehingga nantinya malah bisa membuat anak tersebut jadi rewel," jelas Bambang.

Infeksi amandel ini bukan hanya terjadi pada anak-anak, tapi pada orang dewasa juga bisa terkena. "Biasanya kalau orang dewasa operasinya mudah, sekitar setengah jam. Hanya saja masa pemulihannya lebih lama dibanding dengan anak-anak," kata Bambang lagi.

Selain itu, terlalu banyak minum es atau banyak makan permen coklat juga bisa memicu terjadinya radang.

Sumber : Suara Pembaharuan