Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil dan Menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil dan Menyusui. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 26, 2009

Resiko Persalinan Caesar

Jaman dahulu kala, persalinan hampir selalu mengenal kata "normal", dalam arti bayi keluar melalui "jalan lahir" atau vagina. Seorang kerabat pernah bercerita, ketika melahirkan anaknya yang sungsang, oleh bidan perutnya "dipijat sedemikian rupa" supaya posisi kepala bayi mengarah ke vagina. Walhasil rasanya pasti sakit luar biasa, karena pada saat itu bayinya sudah menendang-nendang, dan tangan bidan menekan sebegitu kerasnya untuk bisa memutar posisi bayi.

Pada akhir dekade 70an, caesar adalah jalan akhir yang baru diambil ketika proses kelahiran normal tidak mungkin dilakukan. Posisi saya sewaktu di perut ibu waktu itu sungsang 180derajat, artinya posisinya benar-benar terbalik dari yang semestinya (membujur, bukan melintang). Sebelum keluar keputusan caesar dari dokter, dokter tetap mengusahakan proses kelahiran secara normal. namun setelah dipastikan tidak mungkin, barulah dokter minta persetujuan dari ayah untuk melakukan operasi caesar. Walhasil saat itu saya lahir telat sekitar 4 jam, sehingga saya keluar dalam keadaan biru dan keracunan air ketuban.

Namun mulai akhir dekade 90an sampai dengan saat ini, melahirkan dengan cara caesar seakan-akan menjadi trend dan mode. Para calon ibu berbondong-bondong mem-booking rumah sakit untuk melakukan proses kelahiran dengan cara caesar, seperti halnya mem-booking hotel. Operasi caesar pun banyak yang dilakukan tanpa anjuran medis sama sekali. Alasan yang diberikan umumnya agar bisa memilih tanggal lahir seperti yang diinginkan (misalnya, pada pergantian millenium), juga untuk alasan praktis seperti sang ibu tidak perlu tersiksa harus mengejan, selain itu rasa nyeri yang ditimbulkan saat proses kelahiran juga tidak separah melahirkan normal karena sang ibu mengalami bius, baik lokal maupun total. Tak heran, angka kelahiran caesar di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Banyaknya calon ibu yang minta di-caesar tanpa rekomendasi medis, diduga karena kurangnya informasi tentang hal itu. Padahal, resiko operasi itu banyak dan serius, sehingga jauh lebih berbahaya dibanding persalinan normal. Dan yang harus memikul resiko itu bukan cuma sang ibu, tapi juga bayi. WHO sendiri mengatakan bahwa seharusnya operasi caesar hanya digunakan untuk menangani 10-15% persalinan.

Dalam kesempatan ini, mediasehat akan membantu para calon ibu untuk mengetahui seluk beluk resiko kelahiran secara caesar, baik pada ibu, maupun pada bayi.


RESIKO PADA IBU

Resiko Jangka Pendek

1. Infeksi pada Bekas Jahitan
Infeksi luka akibat persalinan caesar beda dengan luka persalinan normal. Luka persalinan normal sedikit dan mudah terlihat, sedangkan luka operasi caesar lebih besar dan berlapis-lapis. Untuk diketahui, ada sekitar 7 lapisan mulai dari kulit perut sampai dinding rahim, yang setelah operasi selesai, masing-masing lapisan dijahit tersendiri. Jadi bisa ada 3 sampai 5 lapis jahitan. Bila penyembuhan tidak sempurna, kuman akan lebih mudah menginfeksi sehingga luka menjadi lebih parah. Bukan tidak mungkin dilakukan penjahitan ulang.

2. Infeksi Rahim
Infeksi Rahim terjadi jika ibu sudah kena infeksi sebelumnya, misalnya mengalami pecah ketuban. Saat dilakukan operasi, rahim pun terinfeksi. Apalagi jika antibiotik yang digunakan dalam operasi tidak cukup kuat.

3. Keloid
Keloid atau jaringan parut muncul pada organ tertentu karena pertumbuhan berlebihan. sel-sel pembentuk organ tersebut. Ukuran sel meningkat dan terjadilah tonjolan jaringan parut. Perempuan yang punya kecenderungan keloid tiap mengalami luka niscaya mengalami keloid pada sayatan bekas operasinya.

4. Cedera Pembuluh Darah
Pisau atau gunting yang dipakai dalam operasi beresiko mencederai pembuluh darah. Misalnya tersayat. Kadang cedera terjadi pada penguraian pembuluh darah yang lengket. Ini adalah salah satu sebab mengapa darah yang keluar pada persalinan caesar lebih banyak dibandingkan persalinan normal.

5. Cedera pada Kandung Kemih
Kandung kemih letaknya melekat pada dinding rahim. Saat operasi caesar dilakukan, organ ini bisa saja terpotong. Perlu dilakukan operasi lanjutan untuk memperbaiki kandung kemih yang cedera tersebut.

6. Perdarahan
Perdarahan tak bisa dihindari dalam proses persalinan. Namun, darah yang hilang lewat operasi caesar dua kali lipat dibandingkan lewat persalinan normal.

7. Air Ketuban Masuk ke Pembuluh Darah
Selama operasi caesar berlangsung, pembuluh darah terbuka. Ini memungkinkan komplikasi berupa masuknya air ketuban ke dalam pembuluh darah (embolus). Bila embolus mencapai paru-paru, terjadilah apa yang disebut pulmonary embolism. Jantung dan pernapasan ibu bisa terhenti secara tiba-tiba. Terjadilah kematian mendadak.

8. Pembekuan Darah
Pembekuan darah bisa terjadi pada urat darah halus di bagian kaki atau organ panggul. Jika bekuan ini mengalir ke paru-paru, terjadilah embolus.

9. Kematian Saat Persalinan
Beberapa penelitian menunjukkan, angka kematian ibu pada operasi caesar lebih tinggi dibanding persalinan normal. Kematian umumnya disebabkan kesalahan pembiusan, atau perdarahan yang tak ditangani secara cepat.

10. Kelumpuhan Kandung Kemih
Usai operasi caesar, ada kemungkinan ibu tidak bisa buang air kecil karna kandung kemihnya kehilangan daya gerak (lumpuh). Ini terjadi karena saat proses pembedahan berlangsung, kandung kemih terpotong.

11. Hematoma
Hematoma adalah perdarahan dalam rongga tertentu. Jika ini terjadi, selaput di samping rahim akan membesar membentuk kantung akibat pengumpulan darah yang terus menerus. Akibatnya fatal, yaitu kematian ibu. Sebenarnya, kasus ini juga bisa terjadi pada persalinan normal. Tapi mengingat resiko perdarahan pada operasi caesar lebih tinggi, resiko hematoma pun lebih besar.

12. Usus Terpilin
Operasi caesar mengakibatkan gerak peristaltik usus tak bagus. Kemungkinan karena penangananan yang salah akibat manipulasi usus, atau perlengketan usus saat mengembalikannya ke posisi semula. Rasanya sakit sekali dan harus dilakukan operasi ulang.

13. Keracunan Darah
Keracunan darah pada operasi caesar dapat terjadi karena sebelumnya ibu sudah mengalami infeksi. Ibu yang di awal kehamilan mengalami infeksi rahim bagian bawah, berarti air ketubannya sudah mengandung kuman. Jika ketuban pecah dan didiamkan, kuman akan aktif sehingga vagina berbau busuk karena bernanah. Selanjutnya, kuman masuk ke pembuluh darah ketika operasi berlangsung, dan menyebar ke seluruh tubuh. Keracunan darah yang berat menyebabkan kematian ibu.


Resiko Jangka Panjang

14. Masalah Psikologis
Berdasarkan penelitian, perempuan yang mengalami operasi caesar punya perasaan negatif usai menjalaninya (tanpa memperhatikan kepuasan atas hasil operasi). Depresi pasca persalinan juga merupakan masalah yang sering muncul. Beberapa mengalami reaksi stres pascatrauma berupa mimpi buruk, kilas balik, atau ketakutan luar biasa terhadap kehamilan. Masalah psikologis ini lama-lama akan mengganggu kehidupan rumah tangga atau menyulitkan pendekatan terhadap bayi. Hal ini bisa muncul jika ibu tak siap menghadapi operasi.

15. Pelekatan Organ Bagian Dalam
Penyebab pelekatan organ bagian dalam pascaoperasi caesar adalah tak bersihnya lapisan permukaan dari noda darah. Terjadilah pelengketan yang menyebabkan rasa sakit pada panggul, masalah pada usus besar, serta nyeri saat melakukan hubungan seksual. Jika kelak dilakukan operasi caesar lagi, pelekatan bisa menimbulkan kesulitan teknis hingga melukai organ lain, seperti kandung kemih atau usus.

16. Pembatasan Kehamilan
Dulu, perempuan yang pernah menjalani operasi caesar hanya boleh melahirkan tiga kali. Kini, dengan teknik operasi yang lebih baik, ibu memang boleh melahirkan lebih dari itu, bahkan sampai lima kali. Tapi resiko dan komplikasinya makin berat.



Resiko Persalinan Selanjutnya

17. Sobeknya Jahitan Rahim
Ada tujuh lapis jahitan yang dibuat saat operasi caesar. yaitu jahitan pada kulit, lapisan lemak, sarung otot, otot perut, lapisan dalam perut, lapisan luar rahim, dan rahim. Jahitan rahim ini bisa sobek pada persalinan berikutnya. Makin sering menjalani operasi caesar, makin tinggi resiko terjadinya sobekan.

18. Pengerasan Plasenta
Plasenta bisa tumbuh ke dalam melewati dinding rahim, sehingga sulit dilepaskan. Bila plasenta sampai menempel terlalu dalam (sampai ke myometrium), harus dilakukan pengangkatan rahim karena plasenta mengeras. resikonya terjadi plasenta ini bisa meningkat karena operasi caesar.

19. Tersayat
Ada dua pendapat soal kemungkinan tersayatnya bayi saat operasi caesar. Pertama, habisnya air ketuban yang membuat volume ruang di dalam rahim menyusut. Akibatnya, ruang gerak bayi pun berkurang dan lebih mudah terjangkau pisau bedah. kedua, pembedahan lapisan perut selapis demi selapis yang mengalirkan darah terus menerus. Semburan darah membuat janin sulit terlihat. Jika pembedahan dilakukan hati-hati, bayi bisa tersayat di bagian kepala atau bokong. Terlebih, dinding rahim sangat tipis.

20. Masalah Pernapasan
Bayi yang lahir lewat operasi caesar cenderung mempunyai masalah pernapasan yaitu napas cepat dan tak teratur. Ini terjadi karena bayi tak mengalami tekanan saat lahir seperti bayi yang lahir alami sehingga cairan paru-parunya tak bisa keluar. Masalah pernapasan ini akan berlanjut hingga beberapa hari setelah lahir.

21. Angka APGAR Rendah
Angka Apgar adalah angka yang mencerminkan kondisi umum bayi pada menit pertama dan menit ke lima. Rendahnya angka Apgar merupakan efek anestesi dan operasi caesar, kondisi bayi yang stres menjelang lahir, atau bayi tak distimulsai sebagaimana bayi yang lahir lewat persalinan normal. Berdasarkan penelitian, bayi yang lahir lewat operasi caesar butuh perawatan lanjutan dan alat bantu pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan bayi lahir normal.


Sumber :
1. Majalah Parents Guide, Vol. No. 7, April 2003
2. Majalah Parents Guide, Vol. No. 7, April 2003

Kegemukan dan Kehamilan

Berarti peluang lebih besar untuk kelahiran prematur atau sebelum waktunya. Namun meski berat Anda sudah berlebihan awalnya, ada cara sehat untuk naik secukupnya kelak:

Jangan berdiet. “Bila Anda membatasi asupan kalori atau karbohidrat, bayi Anda tidak akan mendapat zat-zat yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang,” kata Toya Ellis, M.D., dokter kandungan pada Kaiser Permanente Health Plan.

Jangan makan untuk dua orang. Abaikan nasihat yang menganjurkan agar Anda makan apapun yang Anda mau karena sedang hamil. Jika Anda kegemukan, Anda perlu kurang dari 300 kalori ekstra per hari – setara dengan yogurt tanpa lemak yang diberi granola.

Olahraga deh – namun jangan berlebihan. Tetap aktif adalah cara paling pas untuk mengikis ekstra kilogram. Namun bila dulunya Anda lebih senang duduk di depan TV, lakukan pelan-pelan. Memulai sesuatu yang akan menguras tenaga bisa mengurangi aliran darah pada bayi Anda. Tebakan Anda benar: jalan saja setiap hari.

Mulailah kebiasaan baik sekarang juga. Kita semua ingin memberi yang terbaik untuk bayi kita, jadi biarkan perasaan itu membuat Anda menghindari makanan tidak bergizi serta hanya memilih yang sehat-sehat saja. Kalau Anda mengidam milkshake, pilih smoothie yang rendah lemak. Ganti pretzel dengan keripik kentang. Kebiasaan yang Anda lakukan kini akan terbawa hingga usai melahirkan.

Cantik Semasa Hamil

Kehamilan adalah masa 9 bulan yang mendebarkan plus ada begitu banyak rahasia yang tak terungkap. Selain kehadiran janin dalam rahim membuat perut membuncit, ukuran pinggul dan bokong membesar, hingga nafsu makan meningkat; ternyata kehamilan bisa membuat kulit bercahaya dengan helaian rambut yang sehat. Masalahnya, bagi sebagian wanita, kehamilan justru bisa berarti kulit berminyak dan berjerawat, timbulnya noda hitam, ketombe yang tak berkesudahan, sampai serangan stretchmarks! Ada apa sih, sebenarnya dengan kehamilan?

Banyak pihak mengatakan, kehamilan memicu terjadinya perubahan hormon, yang berjalan seiring dengan pertumbuhan janin. Tapi, kondisi ini memberi dampak yang berbeda-beda pada setiap individu. Selain itu, kehamilan bisa membuat mood lebih sensitif. Makanya, para ibu hamil sangat dianjurkan untuk tidak mengabaikan ritual perawatan kecantikan. Selain berfungsi mempertahankan keindahan kulit maupun rambut, ritual ini bisa membuat penampilan tetap menarik dan suasana hati selalu senang.

Sayangnya, banyak kebiasaan dari perawatan tersebut diabaikan dengan berbagai alasan saat hamil. Di antaranya, takut akan efek yang mungkin ditimbulkan oleh produk maupun perawatan yang biasa dilakukan. Benarkah hal ini berbahaya bagi pertumbuhan janin?

Rambut sehat dan indah
Dalam kehidupan nyata, banyak ibu hamil yang menghindari –atau setidaknya menghentikan sejenak– kebiasaan mewarnai rambut. Benarkah produk pewarnaan rambut berbahaya bagi janin?

Menurut Gideon Koren, M.D., profesor bagian kesehatan anak, farmakologi, serta genetika pada University of Toronto, proses pewarnaan tidak akan memberi dampak negatif pada perkembangan janin! “Memang, penelitian pada tahun 1980 menyebutkan, mereka yang berhubungan langsung dengan produk tersebut lebih berisiko tinggi mengalami keguguran. Namun ternyata, hal ini lebih karena aspek fisik dari pekerjaan itu, seperti berdiri selama berjam-jam, dan bukan karena terpapar zat kimia,” kata Dr. Koren. Peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention Amerika menemukan, risiko melahirkan dini atau memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah bagi sekelompok ibu yang menggunakan produk untuk mengeriting atau meluruskan rambut selama kehamilan ternyata tidak lebih tinggi dari mereka yang tidak menggunakan produk tersebut.

Secara eksplisit mereka mengakui, formula pewarna rambut bisa menyerap ke dalam kulit kepala dan masuk ke dalam jaringan pembuluh darah. Tapi ternyata, kandungan di dalamnya tidak berbahaya bagi janin. Walaupun aman, sebaiknya jangan melakukan pewarnaan rambut pada 3 bulan pertama kehamilan (trimester 1), karena di masa tersebut organ-organ penting janin sedang berkembang.

Kulit bersih bercahaya
Masalah lain yang juga kerap mengganggu ibu hamil adalah kondisi kulit yang cenderung lebih berminyak. Beberapa ibu bahkan mengalami perubahan hormon yang cukup signifikan, sehingga timbul jerawat pada kulit wajah. Masalah ini bisa dikurangi atau dicegah untuk menjadi lebih buruk dengan menggunakan obat jerawat atau produk perawatan khusus yang aman bagi Anda dan janin.

Pilih obat jerawat jenis topical (dioleskan pada kulit) atau produk perawatan kulit yang tidak mengandung Tretinoins; seperti Retin-A, Renova, dan Retinol. Hindari obat jerawat yang mengandung Accutane. Obat jenis ini diyakini bisa memicu terjadinya keguguran atau gangguan kelahiran bayi.

Menurut para ahli, cara yang cukup aman untuk mengatasi/mengurangi masalah jerawat adalah dengan menggunakan produk perawatan topical yang mengandung benzoyl peroxide atau azelaic acid. Anda juga bisa memakai produk perawatan yang tidak mengandung minyak (sehingga tidak memicu timbulnya jerawat baru)

Walaupun kulit wajah Anda bebas jerawat atau tidak berminyak, jangan abaikan perawatan rutin. Lakukan facial atau deep cleansing treatment. Selain membersihkan kulit secara seksama, perawatan ini juga memperlancar peredaran darah pada kulit wajah. Lakukan juga perawatan microdermabrasion atau chemical peeling menggunakan glycolic acid untuk membersihkan ‘tumpukan’ sel kulit mati sekaligus merangsang proses regenerasi kulit yang lebih baik. Bila tak terbiasa melakukan perawatan ini, Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit yang memiliki fungsi serupa, yaitu produk yang mengandung AHA (Alpha Hydroxy Acid –formulanya berupa glycolic acid dan lactic acid)– atau BHA (Beta Hydroxy Acid, yang formulanya dikenal sebagai salicylic acid).

Alternatif lain adalah produk perawatan kulit yang mengandung antioksidan, yang biasanya mengandung formula terbuat dari buah-buahan atau bahan-bahan alami lain yang sarat vitamin C dan E. Selain aman, produk dengan kandungan ini juga terbukti efektif mempertahankan keindahan dan kesehatan kulit.

Cara termudah mempertahankan kelembaban kulit agar terhindar dari masalah stretchmarks (peregangan kulit) adalah sesering mungkin mengulaskan pelembap kulit tubuh yang kaya vitamin E. Sayangnya, langkah tersebut terkadang tidak sanggup mempertahankan elastisitas kulit secara optimal terhadap perubahan fisik yang drastis.

Menurut para peneliti, cara paling mudah, aman, dan efektif untuk menghindari stretchmarks adalah mengulaskan minyak zaitun murni pada kulit perut secara merata sehabis mandi atau sesering mungkin saat kulit terasa kering. Selain aman bagi kulit tubuh, minyak zaitun yang kaya vitamin E ini tidak berdampak negatif pada pertumbuhan janin.

Posisi Tidur yang Nyaman untuk Ibu Hamil

Pada kehamilan lanjut, Anda sering sulit tidur. Jadi, posisi tidur apa yang paling pas?
Sebenarnya, alasan utama di balik masalah tidur saat hamil adalah membesarnya ukuran janin Anda. Nggak heran kan, kalau Anda jadi serba salah ketika tidur. Berikut posisi tidur yang oke ketika perut sudah menjadi lebih besar:

* Menyamping ke kiri. Caranya? Berbaring menyamping dengan menekuk lutut. Biar lebih nyaman lagi, letakkan bantal di antara kaki, bawah punggung, dan bawah perut.

Catatan: Inilah posisi tidur yang paling direkomendasikan dokter ketika perut membesar. Hati Anda terletak di bagian kanan perut, sehingga tidur menyamping akan membuat janin terhindar dari tekanan organ yang besar itu. Posisi ini bisa juga mengoptimalkan aliran darah ke plasenta dan janin.

* Bersandar. Tinggikan bantal, lalu tidurlah dengan cara bersandar pada bantal tersebut. Lutut akan lebih nyaman lagi, jika Anda menaruh beberapa bantal di bawahnya.

Catatan: Tidur bersandar bisa jadi pilihan bila Anda tak mungkin tidur menyamping.

Menyiasati gangguan

* Sakit pinggang. Telentanglah (kepala diletakkan di atas tumpukan bantal), lalu sangga lutut dengan beberapa bantal.
* Pegal pada kaki. Telentanglah, dengan kepala dan bokong ditopang bantal. Sandarkan kedua kaki (kaki diluruskan) pada dinding, lalu renggangkan kaki sejauh mungkin dan istirahatkan. Jaga agar telapak kaki tetap mendatar.

Catatan: Pada kehamilan lanjut, telentang akan membuat tubuh bayi menekan pembuluh darah besar pada bagian belakang tubuh Anda. Tekanan darah menurun, sehingga Anda suka pusing. Jadi, telentanglah seperlunya saja!

Tabel Waktu Kehamilan

Tabel ini memberi gambaran secara menyeluruh kehamilan Anda plus saran seputar langkah yang akan Anda lalui pada berbagai tahapan.

Minggu 1-7
* Segera ke dokter begitu Anda menduga hamil.
* Pelajari kebijakan tentang kehamilan di kantor Anda.
* Berhenti merokok dan batasi minuman beralkohol.
* Periksa kekebalan tubuh Anda terhadap rubela (campak Jerman).

Minggu 8-12
* Beritahu atasan bahwa Anda hamil.
* Simpan camilan rendah-lemak di kantor untuk menghindari terjadinya morning sickness.
* Kunjungan pertama ke dokter untuk periksa kehamilan.
* Beli BH baru.
* Pada beberapa kasus, nuchal translucency scan (pemeriksaan ketebalan cairan di belakang leher janin) atau chorionic villus sampling (pemeriksaan kromosom) dilakukan untuk melihat kelainan janin.

Minggu 13-16
* Beritahu kantor kapan Anda akan cuti melahirkan.
* Pada beberapa kasus, amniocentesis (pemeriksaan air ketuban) dilakukan untuk mendeteksi kelainan janin.

Minggu 17-21
* Mulai melihat-lihat perlengkapan bayi.
* Umumnya, Anda diperiksa USG (ultrasonografi) pertama kalinya untuk melihat kondisi janin Anda.
* Mulai melakukan latihan otot-otot panggul.
* Beli baju hamil sesuai pekerjaan Anda.
* Buat rencana persalinan.

Minggu 22-27
* Berhenti lembur.
* Baca info seputar persalinan.
* Lihat lagi apakah makanan Anda bergizi seimbang dan tetap berolahraga.

Minggu 28-30
* Minggu 29 adalah tanggal pertama perkiraan untuk cuti melahirkan.
* Tenang-tenang saja di rumah – jangan lakukan pekerjaan berat.
* Anda harus lebih sering ke dokter.
* Mulai ikut kelas senam hamil.
* Belajar teknik relaksasi.

Minggu 31-33
* Siap-siap melimpahkan tugas di kantor.
* Jangan terbang dengan pesawat atau melakukan perjalanan jauh.
* Siapkan kamar bayi.
* Biasakan diri untuk berada di rumah.

Minggu 34-36
* Pikirkan untuk cuti melahirkan.
* Siapkan tas khusus untuk dibawa ke RS. Jaga-jaga Anda melahirkan.
* Tanyakan pasangan seputar perasaannya terhadap persalinan untuk memastikan bahwa ia terlibat.

Minggu 37-40
* Setiap minggu, Anda harus periksa ke dokter.
* Terus bergerak dengan cara berolahraga ringan.
* Ingat untuk tetap memanjakan diri ya.

Tanda-tanda Keguguran

Kehamilan adalah suatu peristiwa yang di tunggu-tunggu oleh setiap wanita. Betapa indahnya keluarga, ketika hadirnya seorang buah hati.
Tapi di samping itu keguguran merupakan momok bagi setiap ibu hamil. Keguguran memang paling di takuti oleh banyak wanita hamil. Keguguran bisa saja terjadi secara tiba-tiba tanpa ada sebabnya.

Tak ada peristiwa atau trauma yang mendahului terjadinya keguguran. Keguguran ini sering disebut keguguran dini karena terjadi pada trimester pertama kehamilan. Bahkan bisa terjadi pada masa awal kehamilan, seperti pertengahan pembuahan, saat ibu seharusnya mengalami menstruasi. ltu sebabnya kerap keguguran terjadi tanpa diketahui, lantaran dianggap menstruasi berat yang disertai kejang dan nyeri.

Keguguran dapat pula akibat penyakit kencing manis, adanya kelainan bentuk rahim, tumor rahim, kelemahan pada leher rahim. Untuk menemukan penyebabnya, harus dilakukan pemeriksaan yang benar dan tepat.

Pada peristiwa keguguran, rahim berkontraksi sangat kuat sehingga hasil konsepsi tidak lagi dapat bertahan di dalam rahim tersebut.

Pengeluaran hasil konsepsi itu diharapkan dapat terjadi secara lengkap, berupa janin yang terbungkus kantung ketuban bersama ari-arinya. Pada aboitus ini biasanya perdarahan tidak keluar janinnya, sedangkan ari-ari masih tetap teltinggal di dalam rongga rahim.

Hampir setiap kehamilan normal mengalami sedikitnya satu dan gejala kejang ringan, rasa nyeri, atau rasa tertarik pada satu atau kedua sisi perut. Ini bisa disebabkan oleh peregangan otot pendukung rahim. lbu hamil juga bisa mengalami bercak pada masa pembuahan.

Namun, gejala berikut biasanya menjadi pertanda keguguran:

Kejang atau nyeri di bagian tengah perut bagian bawah dan disertai keluarnya darah. Atau, muncul bawah dan disertai keluarnya darah.
Nyeri yang sangat, atau nyeri menetap dan berlangsung selama 24 jam atau lebih tanpa disertai perdarahan. Bisa juga terjadi perdarahan yang banyak seperti menstruasi, tanpa disertai nyeri.

Keluar bercak ringan yang terus-menerus selama 3 hari atau lebih.

Tanda Darurat saat Hamil

Gejala tertentu saat hamil kadang butuh pertolongan dokter segera. Jika ibu menemui gejala-gejala berikut ini, itu artinya alarm tanda bahaya telah berbunyi, dan segeralah telepon dokter untuk meminta saran tindakan apa yang seharusnya dilakukan.

1. Sakit perut yang hebat atau bertahan lama,
2. Perdarahan atau terjadi bercak dari vagina,
3. Bocornya cairan atau perubahan dalam cairan yang keluar dari vagina. Yakni jika menjadi berair, lengket, atu berdarah.
4. Adanya tekanan pada panggul, sakit di punggung bagian bawah, atau kram sebelum usia 37 minggu kehamilan.
5. Pipis yang sakit atau terasa seperti terbakar.
6. Sedikit pipis atau tidak pipis sama sekali.
7. Muntah berat atau berulangkali, atau muntah disertai sakit atau demam.
8. Menggigil atau demam di atas 101 derajat Fahrenheit (38,3 C).
9. Rasa gatal yang menetap di seluruh tubuh, khususnya jika dibarengi kulit tubuh menguning, urine berwarna gelap, dan feses berwarna pucat.
10. Gangguan penglihatan, seperti pandangan ganda, pandangan kabur, buram, atau ada titik mata yang terasa silau jika memandang sesuatu.
11. Sakit kepala berat yang bertahan lebih dari 2-3 jam.
12. Pembengkakan atau terasa berat akibat cairan (edema) pada tangan, muka dan sekitar mata, atau penambahan berat badan yang tiba-tiba, sekitar 1 kilo atau lebih, yang tidak berkaitan dengan pola makan.
13. Kram parah yang menetap pada kaki atau betis, yang tidak mereda ketika ibu hamil menekuk lutut dan menyentuhkan lutut itu ke hidung.
14. Penurunan gerakan janin. Sebagai panduan umum, jika terjadi kurang dari 10 gerakan dalam 2 jam pada kehamilan minggu ke-26 atau lebih, artinya kondisi janin tidak normal
15. Trauma atau cedera pada daerah perut.
16. Pingsan atau pusing-pusing, dengan atau tanpa palpitasi (pupil mata menyempit).
17. Masalah kesehatan lain yang biasanya membuat ibu telepon ke dokter, meski jika tidak sedang hamil.

Perlu dicatat, gejala-gejala diatas mungkin lebih atau kurang mendesak tergantung pada situasi khusus atau riwayat kesehatan ibu dan sudah berapa minggu ibu jalani kehamilan. Sebelumnya, mungkin ada baiknya jika ibu dan dokter mendiskusikan bersama berbagai titik di masa kehamilan yang mungkin bisa menimbulkan kondisi darurat. Jika ibu hamil tak yakin apakah gejala itu serius atau tidak, jangan menyimpulkannya dengan pikiran sendiri. Jika ibu hamil merasa tidak mudah memutuskannya, percayalah pada insting dan segera telepon dokter. Jika ada masalah, ibu akan mendapat pertolongan segera. Jika tidak ada masalah pun, ibu akan merasa aman kembali. Tubuh ibu hamil berubah dengan cepat sehingga sukar mengetahui apakah yang ibu alami itu normal atau tidak.

Perempuan Hamil Butuh Lebih Banyak Zat Besi

Diperkirakan sekitar 50 juta-70 juta orang Indonesia menderita kekurangan darah atau anemia. Dari jumlah itu sebanyak 50,9% penderita anemia itu adalah perempuan hamil.

Hal itu diungkapkan dr Indra Marki SpPD, koordinator acara simposium mini yang bertema Anemia dan Wanita yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), di Jakarta belum lama ini.

Pada simposium yang diselenggarakan Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), dr Coshpiadi Irawan SpPD, K-HOM menjelaskan berdasarkan definisi WHO bahwa anemia adalah suatu keadaan sesorang dengan Hb (hemoglobin) kurang dari normal.

"Hemoglobin adalah bagian dari elemen tubuh manusia yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jadi anemia tidak sama dengan penyakit tekanan darah rendah," jelas Cosphiadi.

Sementara itu dr Junita Indarti SpOG menjelaskan bahwa kebutuhan zat besi (Fe) untuk perempuan 1 mg per hari dan perempuan hamil 6-10 mg per hari. Tetapi dia menambahkan bahwa kaum perempuan sangat rentan mengalami kurang darah atau anemia.

"Penyebabnya perempuan mengalami mentruasi, hamil, dan persalinan. Selain itu, perempuan juga menderita penyakit alat kandungan seperti kanker leher rahim, kanker endometrium (selaput lendir rahim), dan kanker indung telur," katanya.

Menurut Junita, anemia pada perempuan dapat memberi pengaruh tidak baik terutama saat kehamilan, persalinan, dan nifas, serta setelahnya. Anemia pada perempuan juga bisa berakibat keguguran, kelahiran prematur, persalinan lama karena rahim tidak berkontraksi.

"Selain itu, anemia pada perempuan dapat menyebabkan pendarahan pascamelahirkan, syok, infeksi saat persalinan atau setelahnya. Bila Hbnya kurang dari 4 gram per desiliter bisa membuat gagal jantung," katanya.

Pantangan untuk Ibu Hamil

Anda sedang hamil? Siap-siap mencoret beberapa makanan atau minuman dalam menu sehari-hari ya... Bagi Anda yang gemar bertualang dalam dunia cita rasa, kehamilan mungkin terasa bagai sebuah ‘ganjalan’. Pasalnya, demi menjaga kesehatan si kecil, Anda ‘kebanjiran’ petuah seputar apa yang boleh dikonsumsi dan apa yang harus benar-benar dipantang. Berikut jenis-jenis makanan yang perlu dikenai ‘lampu kuning’, atau bahkan ‘lampu merah’. Selebihnya? Anda bebas mengombinasikan berbagai bahan pangan, asal tetap bergizi seimbang.

Lampu merah: Makanan mentah atau setengah matang

Penyebab: Bahan pangan mentah atau setengah matang mungkin saja tercemar kuman penyakit, sehingga menimbulkan infeksi. Misalnya, bakteri Listeria (mengakibatkan keguguran atau janin meninggal dalam kandungan), bakteri Salmonella (memicu keguguran), parasit Toksoplasma (janin berkondisi abnormal), serta bakteri E. coli (merusak usus dan ginjal).

Boleh dikonsumsi? Boleh saja, asal daging sapi (termasuk daging olahan seperti sosis atau burger),
unggas, serta ikan dimasak hingga benar-benar matang. Anda tetap bisa makan sushi, namun pilih sushi vegetarian atau yang dagingnya dimasak matang. Untuk memastikan daging olahan benar-benar matang, gunakan termometer khusus untuk daging.

Hindari: Bahan pangan apapun yang tidak diproses hingga matang, seperti telur mentah, daging setengah matang, kerang mentah, sashimi, sushi mentah, dan lain-lain. Juga, hindari makanan olahan dari telur mentah, seperti dressing untuk salad dan mayonnaise segar.

Lampu kuning: Seafood
Penyebab: Protein, zat besi, serta asam lemak omega-3 dalam makanan laut memang bisa membantu meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Malah, menurut penelitian yang dilakukan di Inggris, kekurangan konsumsi makanan laut selama masa kehamilan bisa mengakibatkan lemahnya kemampuan verbal, gangguan perilaku, serta masalah tumbuh kembang lain pada anak. Namun, Anda tetap mesti berhati-hati, karena beberapa jenis makanan laut mengandung logam merkuri yang berkadar tinggi, sehingga bisa menghambat pertumbuhan sistem saraf janin.

Boleh dikonsumsi? Anda masih boleh menyantap salmon (kalau bisa, pilih ikan salmon yang segar dan tidak diternakkan), udang, teri, dan kakap maksimal 340 g per minggu. Batasi konsumsi ikan tuna hingga tidak lebih dari 170 g seminggu.

Hindari: Ikan hiu, sushi mentah, seafood yang diasapkan, serta jenis ikan apapun yang berasal dari air laut atau sungai yang telah terpolusi. Catatan: Semakin besar ukuran serta tua usia ikan, semakin tinggi pula kadar polusi dalam tubuhnya.

Kafein dan teh herbal
Penyebab: Kafein bisa ’menembus’ plasenta, sehingga akan memengaruhi detak jantung serta sistem pernapasan janin. Bahkan, beberapa studi menyebutkan, minum kopi secara berlebihan erat kaitannya dengan rendahnya berat badan lahir bayi dan meningkatkan risiko mengalami keguguran dan janin meninggal saat lahir.

Boleh dikonsumsi? Selama hamil, Anda boleh mengonsumsi kafein hingga tidak lebih dari 300 mg per hari (kira-kira sebanyak 2-3 cangkir kopi). Meski jumlah tersebut termasuk aman, ini bukan berarti kafein yang Anda konsumsi tidak akan menimbulkan risiko apapun. Sebagai perbandingan: 240 ml kopi mengandung 150 mg kafein, 350 ml minuman bersoda mengandung 35-50 mg kafein, serta 240 ml teh hitam mengandung 40 mg kafein. Minuman lain yang termasuk aman bagi Anda adalah teh celup tanpa kafein yang diberi perasa tambahan, seperti sitrus, jahe, dan peppermint.

Hindari: Teh herbal yang diramu dengan daun raspberry atau rosemary, sebab bisa memicu terjadinya kontraksi. Sayangnya, tidak semua kemasan teh mencantumkan secara mendetail bahan-bahan herbal yang digunakan sebagai campuran. Dan meski pada label kemasan tertulis diperuntukkan bagi wanita hamil, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu pada dokter.

Keju dan produk susu lainnya
Penyebab: Produk dari susu mentah atau belum dipasteurisasi (dipanaskan sampai suhu 60°C selama 30 menit untuk membunuh bakteri) bisa mengandung sejumlah kuman, yaitu Listeria, Salmonella, E. coli, dan lain-lain, yang menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan.

Boleh dikonsumsi? Boleh. Di antaranya adalah susu dan yogurt yang telah melalui proses pasteurisasi, serta keju keras.

Hindari: Susu mentah, serta keju lunak seperti keju Brie, Camembert, Feta, Blue Cheese, dan Roquefort (kecuali pada label tertera dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi).

Pemanis buatan
Penyebab: Meski efek samping bahan pemanis tambahan terhadap tumbuh kembang janin masih belum diketahui secara pasti, sejumlah pakar melarang wanita hamil mengonsumsi pemanis buatan.

Boleh dikonsumsi? Dalam batas wajar, sakarin, aspartam, serta splenda masih boleh dikonsumsi.

Hindari: Minuman yang tinggi gula. Lebih baik Anda banyak-banyak minum air putih atau jus buah segar.

Ibu hamil, Hindari Kacang

Jika Anda kini tengah menantikan kelahiran si buah hati, sebaiknya mempertimbangkan saran untuk membatasi produk kacang. Menyusul studi terbaru mengungkap, wanita hamil yang mengonsumsi kacang secara berlebihan bisa meningkatkan risiko asma pada bayinya.

Penelitian itu mempelajari mengenai pola makan sekitar 4.000 wanita hamil dan kesehatan anak yang dilahirkannya hingga berusia delapan tahun.

Anak-anak yang didiagnosa dengan asma atau gejala menyerupai asma seperti napas yang pendek dan berbunyi, secara signifikan dilahirkan dari ibu yang banyak mengonsumsi produk kacang-kacangan seperti selai kacang setiap hari selama kehamilan, jika dibandingkan ibu yang jarang memakannya.

Menurut Saskia Willers yang memimpin penelitian yag dilakukan di University of Utrecht, Belanda, bayi cenderung terjangkit asma jika mereka dihadapkan dengan objek penyebab alergi dari kacang selama dalam kandungan.

Inggris sebagai salah satu negara yang paling banyak penderita asma di seluruh dunia. Tercatat sekitar 1,1 juta anak-anak harus mendapatkan perawatan dari kondisi tersebut. Terutama ketika udara terhambat masuk ke dalam paru-paru, maka bernafas akan semakin sulit.

Sekitar 20 tahun terakhir, angka penderita asma di negara-negara berkembang telah bertambah dua kali lipat. Alasannya belum dapat dijelaskan, tapi para ahli percaya bahwa semakin banyaknya penggunaan antibiotik, perubahan lingkungan perumahan dan polusi merupakan faktor yang menentukan.

Dalam studi tersebut, tim peneliti bertanya kepada 4.146 ibu hamil mengenai pola makan mereka termasuk konsumsi buah-buahan, sayur mayur, ikan, telur, susu dan produk kacang-kacangan pada bulan-bulan terakhi kehamilan. Kemudian, mereka melanjutkan dengan meneliti kesehatan dari anak-anak yang dilahirkan.

Hingga penelitian berakhir, tim berhasil mengumpulkan catatan pola makan dan kesehatan dari 2.832 anak dan ibunya. Dari seluruh kelompok makanan yang dipelajari, hanya ibu-ibu yang mengonsumi kacang yang diasosiasikan memiliki anak yang terjangkit asma. Studi ini kemudian di laporkan pada American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

Pada usia delapan tahun, anak yang ibunya mengonsumsi kacang dan produk turunnya seperti selai kacang per hari selama kehamilan tercatat 47% lebih berisiko asma. Dari jumlah tersebut 42% mengalami napas yang berbunyi, sisanya mengalami napas yang pendek.

"Penelitian kami menemukan bahwa konsumsi produk kacang-kacangan seperti selai kacang selama kehamilan dapat meningkatkan risiko gejala asma pada anak-anak usia 1-8 tahun, jika dibandingkan ibu hamil yang tidak mengonsumsinya," ujar Willers.

Dia menambahkan, bisa jadi penyebab alergi yang terkandung dalam kacang ditransfer pada bayi dalam kandungan, sehingga meningkatkan risiko sensitivitas sehingga bisa memperbesar kemungkinan untuk berkembang menjadi asma selama pertumbuhan anak.

Willers mengakui, saat ini belum tepat menyarankan para ibu hamil menghindari kacang dan produknya secara keseluruhan.

"Mereka seharusnya tetap menerapkan pola makan sehat selama kehamilan karena dapat memberikan keuntungan pada janin. Tidak hanya mencegah alergi atau asma, namun juga risiko penyakit lain. Terlalu banyak mengonsumsi satu jenis makanan sangat tidak disarankan, mereka seharusnya mengubah kebiasaan tersebut," jelasnya.

Republika Online - Kamis, 04 September 2008

Perubahan Fisik Ibu Hamil Trimester 1

Perkembangan & Perubahan Tubuh Ibu Hamil di Trimester I kehamilannya. Pada bulan-bulan pertama kehamilan anda, mungkin tidak akan banyak orang yang mengerti bila anda sedang hamil, tapi sesungguhnya tubuh anda secara aktif bekerja untuk menyesuaikan bagi proses kehamilan ini.

Pada bulan-bulan pertama kehamilan anda, mungkin tidak akan banyak orang yang mengerti bila anda sedang hamil, karena belum terlihat perubahan yang nyata pada tubuh anda. Tapi sesungguhnya tubuh anda secara aktif bekerja untuk menyesuaikan secara fisik dan emosional bagi proses kehamilan ini.

Beberapa perubahan pada tubuh ibu hamil di trimester pertama ( 0 – 12 minggu) kehamilan :

PEMBESARAN PAYUDARA
Payudara akan membesar dan kencang, ini karena pada awal pembuahan terjadi peningkatan hormone kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan memberi nutrisi pada jaringan payudara. Anda mungkin akan merasa BH atau bra anda terasa sesak dan tak nyaman lagi, sebaiknya anda mempersiapkan bra baru yang sesuai dengan ukuran baru ini untuk memberi kenyamanan dan dapat menyokong payudara anda. Tapi jangan buang yang lama, anda dapat menyimpannya karena payudara akan kembali ke ukuran sebelum anda hamil setelah anda berhenti menyusui nanti.

Dalam 3 bulan pertama ini, anda akan melihat juga daerah sekitar putting dan putting susu anda akan bewarna lebih gelap, dan karena terjadi peningkatan persediaan darah keseluruh tubuh maka daerah sekitar payudara akan tampak bayangan pembuluh-pembuluh vena dibawah kulit payudara anda. Baca selengkapanya:Perawatan Payudara Saat Hamil.

SERING BUANG AIR KECIL
Anda akan merasa lebih sering ingin buang air kecil, ini karena adanya pertumbuhan rahim yang menekan kandung kencing anda dan perubahan hormonal
Ingat jangan mengurangi pemasukan cairan / minum anda untuk mengatasi problem ini karena anda butuh cairan lebih pada saat hamil ini.
Dan tetap jaga kebersihan anda.

KONSTIPASI
Anda mungkin akan merasa kesulitan untuk buang air besar, hal ini karena peningkatan hormone progesterone yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus kurang efisien, juga Tablet Zat Besi (iron) yang diberikan oleh dokter biasanya memyebabkan masalah konstipasi ini selain itu zat besi tablet akan menyebabkan warna feses anda kehitaman, jangan kuatir.
Atasilah dengan banyak minum air, makanan yang berserat tinggi (sayuran dan buahan) serta olahraga.
Baca selengkapnya: Mengatasi Konstipasi Saat Kehamilan.

MORNING SICKNESS - MUAL MUNTAH
Laporan menunjukkan bahwa separuh dari wanita hamil mengalami mual dan mulai pada bulan ke dua. Mual terhadap makanan tertentu, bahkan hanya karena mencium bau makanan tertentu saja. Hal ini karena adanya peningkatan hormonal.
Atasilah dengan makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya membuat anda mual.
Anda tak perlu kuatir kalau bayi anda tak cukup nutrisi. Di awal kehamilan ini kebanyakan wanita hamil hanya sedikit saja meningkat berat badannya dan ini tidak mempengaruhi perkembangan bayi anda.
Dan jangan kuatir biasanya keluhan mual-muntah akan menghilang pada akhir trimester pertama.

Hubungi dokter anda bila mual-muntah menjadi sangat hebat, sehingga anda tidak dapat makan atau minum apapun juga dan dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi. (Hiperemesis gravidarum).

MERASA LELAH
Anda akan merasa lelah, hal ini karena tubuh anda bekerja secara aktif untuk menyesuaikan secara fisik dan emosional untuk kehamilan ini. Juga peningkatan hormonal dapat mempengaruhi pola tidur anda. Carilah waktu untuk beristirahat sedapat mungkin.

SAKIT KEPALA
Anda mungkin akan merasa sakit kepala yang lebih sering daripada biasa, hal ini mungkin karena rasa mual, kelelahan, lapar, tekanan darah rendah, dan dapat juga karena perasaan tegang atau bahkan depresi.
Atasilah dengan beristirahat, dan makanan dengan makan sedikit tapi sering biasanya dapat menolong, relaks. Bila sakit kepala semakin terasa berat secepatnya hubungi dokter anda. (pada kehamilan lanjut sakit kepala dapat menjadi tanda pre-eklampsia , yang biasanya disertai dengan peningkatan tekanan darah dan kaki-tangan bengkak)

PUSING
Merasa pusing sering pada awal kehamilan hal ini karena adanya peningkatan tuntutan darah ke tubuh sehingga sewaktu anda berubah posisi dari tidur atau duduk ke posisi berdiri secara tiba-tiba, system sirkulasi darah kesulitan untuk beradaptasi.
Bila rasa pusing tetap timbul ketika anda sedang duduk, ini biasanya karena menurunnya level gula darah anda. Makanlah sedikit- sedikit tapi sering.
Bila anda sering merasa seperti ingin pingsan periksalah ke dokter anda kemungkinan anda anemia.

KRAM PERUT
Pada trimester awal ini, anda mungkin mengalami kram perut atau kram seperti menstruasi atau rasa sakit seperti ditusuk yang timbul sebentar dan tidak menetap. Hal ini sering terjadi dan kemungkinan karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana otot dan ligament merenggang untuk menyokong rahim.

Yang harus diingat apabila kram perut yang timbul disertai perdarahan vagina, hubungi dokter anda segera, karena kedua tanda ini berhubungan dengan keguguran.

MELUDAH
Jangan merasa malu bila anda merasa air ludah anda menjadi agak berlebih, hal ini biasa terjadi pada kehamilan biasanya pada ibu hamil yang mengalami morning sickness. Ini biasanya timbul pada trimester pertama tapi jarang terjadi.
Atasi dengan sikat gigi atau kocok mulut atau isap permen yang mengandung mint.
Mint dipercaya dapat mngurangi air ludah.

EMOSIONAL
Pada trimester awal kehamilan ini juga terjadi mempengaruhi emosional menjadi tak stabil, hal ini karena adanya perubahan hormon dan juga rasa tanggung jawab baru sebagai seorang calon ibu.
Atasi : cobalah untuk mencari waktu untuk diri anda sendiri, bicarakanlah perasaan anda kepada orang terdekat atau dokter anda.
Dan untungnya, Tubuh pada akhirnya secara bertahap dapat beradaptasi terhadap perubahan hormonal ini sehingga membuat hidup lebih indah buat anda.

PENINGKATAN BERAT BADAN
Pada akhir trimester pertama ini anda akan kesulitan untuk memasang kancing rok/celana panjang anda. Hal ini bukan berarti adanya peningkatan berat badan yang banyak—-tapi karena rahim anda berkembang dan memerlukan ruang dan ini semua karena pengaruh dari hormone estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim dan hormone progesterone yang menyebabkan tubuh menahan air.

Perubahan Fisik Ibu Hamil Trimester 2

Di trimester kedua ini perut anda akan mulai kelihatan membesar dan dunia luar akan menyadari kalau anda akan menjadi calon ibu baru--perubahan dan perkembangan apa yang akan terjadi pada ibu hamil pada minggu-minggu ini.

Di trimester kedua ini perut anda akan mulai kelihatan membesar dan dunia luar akan menyadari kalau anda akan menjadi calon ibu baru. Trimester kedua dianggap sebagai masa kehamilan yang terbaik sebab anda akan merasa lebih nyaman saat ini. Perut anda belum terlalu besar anda masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari, dimana Rasa mual, lemas, dan keluhan lainnya pada trimester pertama akan hilang, bahkan anda merasa lebih energik saat ini.

Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester kedua (13-28 minggu):

PERUT SEMAKIN MEMBESAR
Setelah 12 minggu, rahim membesar dan melewati rongga panggul. Pembesaran rahim akan bertumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada kehamilan 20 minggu bagian teratas rahim sejajar dengan puser (umbilicus). Setiap individu akan berbeda-beda tapi kebanyakan wanita akan mulai tampak pembesaran perutnya pada kehamilan 16 minggu.

SENDAWA DAN BUANG ANGIN
Pada trimester ini anda akan bersendawa atau ingin buang angina/kentut pada saat yang tidak seharusnya - jangan bingung - anda tak sendirian mengalami masalah ini.
Sendawa dan buang angina adalah keluhan yang paling sering selama kehamilan. Hal ini karena usus merengang dan anda akan merasa kembung. Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar akan membuang anda kembung dan tak nyaman, dan hindari makanan yang menyebabkan banyak gas seperti jagung, permen, bawang merah.

PELUPA
Pada beberapa ibu hamil akan menjadi sedikit pelupa selam kehamilannya, Ada beberapa teori tentang hal ini karena tubuh ibu terus bekerja berlebihan untuk perkembangan bayinya sehingga menimbulkan blok pikiran. Tak perlu terpengaruh dengan hal ini - sediakan catatan kecil unutk membantu anda. Dan beristirahalah sedapat mungkin.

RASA NYERI DI ULU HATI
Rasa panas atau terbakar didada bagian bawah atau perut bagian atas tapi tidak ada hubunganya dengan jantung. Hal ini karena asam lambung naik ke kerongkongan. Perasaan ini timbul pada wanita hamil pada trimester kedua ini, hal ini karena hormone progesterone meningkat yang menyebabkan relaksasi dari otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.

Nilai positif dari relaksasi otot saluaran cerna adalah gerakan makanan menjadi lebih lambat sehingga nutrisi terserap lebih banyak.

Atasi dengan jangan makan dalam jumlah besar terutama sebelum mau tidur. Jauhi makanan yang pedas, berminyak dan berlemak. Waktu tidur malam tinggikan posisi kepala anda sehingga asam lambung tak dapat naik ke esophagus.

PERTUMBUHAN RAMBUT DAN KUKU
Perubahan hormonal menyebabkan kuku akan tumbuh lebih kuat dan tumbuh rambut lebih banyak dan kadang tumbuh ditempat yang tidak diinginkan seperti diwajah atau perut. Tapi tak perlu kuatir rambut yang tak semestinya ini akan hilang setelah bayi lahir

SAKIT DI PERUT BAGIAN BAWAH
Pada kehamilan 18-24 minggu anda akan merasakan nyeri diperut bagian bawah yang seperti ditusuk atau seperti tertarik disatu atau dua sisi, hal ini karena perenggangan ligamentum dan otor unutk menahan rahim yang semakin membesar.
Nyeri hanya sebentar dan tak menetap. Atasi dengan duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman.

PUSING
Pusing menjadi keluhan yang sering selama kehamilan trimester kedua ini hal ini dapat terjadi ketika pembesaran dari rahim anda menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.

Atasi denga melakukan perpindahan posisi pelahan lahan atau bertahap untuk menghindari perubahan tekanan darah yang mendadak.

MENDENGKUR
Peningkatan aliran darah selama kehamilan akan menyebabkan sesak dan pembengkakan membrane mukosa yang menimbulkan mendengkur saat tidur.

HIDUNG DAN GUSI BERDARAH
Hal ini juga karena peningkatan aliran darah selama masa kehamilan. Kadang juga mengalami sumbatan pada hidung hal ini karena perubahan hormonal.

PERUBAHAN KULIT
Garis kecoklatan mulai dari puser (umbilicus) ke tulang pubis disebut linea nigra.
Kecoklatan pada wajah disebut chloasma atau topeng kehamilan, ini dapat menjadi petunjuk kurang asam folat. Strecth mark terjadi karena perengangan kulit yang berlebih biasanya pada perut dan payudara. Akibat perengangan kulit ini anda dapat merasa gatal.

PAYUDARA
Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang disebut colostrums. Putting dan sekitarnya akan semakin bewarna gelap dan besar dan bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting, itu adalah kelenjar kulit..

KRAM PADA KAKI
Kram otot ini timbul karena sirkulasi darah yang lebih lambat saat kehamilan. Atasi dengan menaikkan kaki keatas, minum cukup kalsium. Bila anda terkena kram kaki ketika duduk atau saat tidur, coba untuk menggerakan jari-jari kaki kearah atas.

PEMBENGKAKAN SEDIKIT
Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan, hampir 40 % wanita hamil mengalaminya. Hal ini karena peningkatak hormone yang menahan cairan. Pada trimester kedua ini akan tampak sedikit pembengkakan pada wajah, kaki , tangan. Hal ini sering karena posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama.

MERASAKAN GERAKAN BAYI ANDA
Pada kehamilan minggu ke 15-22 anda akan mulai merasakan gerakan bayi anda yang awalnya akan terasa seperti kibasan, tetapi di akhir trimester ini, anda akan benar-benar merasakan pergerakan bayi anda. Pada ibu yang baru pertama kali sering tidak dapat mengenali gerakan bayinya sampai minggu ke 19-22.

Perubahan Fisik Ibu Hamil Trimester 3

Pada Trimester ke tiga ini perut anda sudah membesar anda akan merasakan berbagai perasaan emosional yang berbeda-beda dan tubuh secara fisik juga mengalami perubahan.
Pada Trimester ke tiga ini perut anda sudah membesar. Anda sudah akan mempersiapkan untuk kehadiran si bayi baru dalam keluarga anda. Mungkin anda akan merasakan berbagai perasaan emosional yang berbeda-beda. Kegembiraan untuk bertemu bayi baru anda. Mungkin anda juga kuatir dengan kesehatan bayi anda. Anda mulai berfikir tentang persalinan. Dengan tambahan perubahan emosi ini, tubuh secara fisik juga mengalami perubahan pada trimester akhir ini.

Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester ke tiga:

SAKIT PUNGGUNG
Sakit pada punggung, hal ini karena anda meningkatnya beban berat yang anda bawa yaitu bayi dalam kandungan. Pakailah sepatu tumit rendah; Hindari mengangkat benda yang berat; Berdiri dan berjalan dengan punggung dan bahu yang tegak; Mintalah pertolongan untuk melakukan pekerjaan rumah anda sehingga anda tak perlu membungkuk terlalu sering; Pakailah kasur yang nyaman.

PAYUDARA
Keluarnya cairan dari payudara yaitu colustrum adalah makanan bayi pertama yang kaya akan protein.

KONSTIPASI
Pada trimester ke tiga ini konstipasi juga karena tekanan rahim yang membesar kedaerah usus selain peningkatan hormone progesterone.
Atasi dengan makanan berserat buahan dan sayuran serta minum air yang banyak, serta olahraga.

PERNAFASAN
Pada kehamilan 33-36 banyak ibu hamil akan merasa susah bernafas hal ini karena tekanan bayi yang berada dibawa diafragma menekan paru ibu.
Tapi setelah kepala bayi sudah turun ke rongga panggul ini biasanya pada 2-3 minggu sebelum persalinan pada ibu yang pertama kali hamil maka anda akan merasa lega dan bernafas lebih mudah . Selain itu juga rasa terbakar didada(heart burn) biasanya juga ikut hilang. Karena berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi dibawah tulang iga ibu.

SERING KENCING
Pembesaran rahim dan ketika kepala bayi turun ke rongga panggul akan makin menekan kandung kencing anda.

MASALAH TIDUR
Setelah perut anda besar anda dan bayi anda menendang di malam hari anda akan menemukan kesulitan untuk dapat tidur nyenyak. Cobalah untuk menyesuaikan posisi tidur anda .

VARISES
Peningkatan volume darah dan alirannya selama kehamilan akan menekan daerah panggul dan vena di kaki, yang menyebabkan vena menonjol. Dan pada akhir kehamilan kepala bayi juga akan menekan vena daerah panggul. Varises juga dipengaruhi factor keturunan. Angkatlah kaki keatas ketika anda istirahat atau tiduran; Pakailah celana atau kaos kaki yang dapat mensupport anda, pakai dipagi hari dan lepaskan ketika anda pergi tidur; Jangan berdiri atau duduk terlalu lama, cobalah untuk berjalan-jalan.

KONTRAKSI PERUT
Braxton-Hicks kontraksi atau kontraksi palsu. Kontraksi berupa rasa sakit yang ringan, tidak teratur, dan hilang bila anda duduk atau istirahat

BENGKAK
Pertumbuhan bayi akan meningkatkan tekanan pada daerah kaki dan pergelangan kaki anda, kadang tangan bengkak juga. Ini disebut edema, disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan retensi cairan.

KRAM KAKI
Ini sering terjadi pada kehamilan trimester ke 2 dan 3, dan biasanya berhubungan dengan perubahan sirkulasi, tekanan pada saraf dikaki atau karena rendahnya kadar kalsium.

CAIRAN VAGINA
Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah normal. Cairan biasanya jernih, pada awal kehamilan biasanya agak kental dan mendekati persalinan lebih cair.
Yang terpenting adalah tetap menjaga kebersihan anda.
Hubungi dokter anda bila cairan berbau, terasa gatal, sakit.

Wah rasanya begitu banyak keluhan yang terjadi selama kehamilan,---ya----tetapi kebahagian karena kehamilan anda akan cukup mengimbangi segala ketidaknyamanan ini. Kehamilan berisi pergorbanan yang banyak dari seorang ibu, tapi pada akhir dari semua ini, anda akan menyadari bahwa itu semua bernilai, dan waktu 9 bulan akan berlalu cepat dari yang sadari.

Mitos dan Fakta Seputar ASI

Kekhawatiran bahwa menyusui akan menyebabkan payudara kendur, hanyalah sebuah mitos yang tak terbukti kebenarannya. Presenter Sophie Navita, yang menyusui kedua anaknya mengatakan, mitos tersebut tidak benar. Payudara kendur, kata Sophie, karena kehamilan yang menyebabkan perubahan hormon.
"Payudara memble, itu karena hamil dan perubahan hormon bukan karena menyusui. Kalau nggak mau memble, ya jangan hamil," ujar Sophie dalam Obrolan Santai "Kembali ke ASI, Sebuah Pilihan Bijak", di Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (9/8) sore.
Dalam sebuah buku panduan yang diperbanyak oleh World Vision Indonesia, disebutkan 45 mitos dan fakta tentang ASI. Ingin tahu? Inilah mitos (M) dan fakta (F) tersebut

*M : Menyusui menyebabkan payudara kendur. F : Payudara kendur disebabkan oleh bertambahnya usia dan kehamilan.
*M : Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak susu. F : Payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu.
*M : Payudara dengan puting terbenam tidak dapat menyusui. F : Puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting.
*M : ASI pertama (yang berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi. F : ASI pertama (kolostrum) adalah zat terbaik bagi bayi.
*M : Kolostrum / ASI pertama adalah susu basi. F : Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh dan protein yang sangat kaya.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh. F : ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan susu formula, lainnya boleh. F : ASI eksklusif berarti hanya boleh memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.
*M : ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja. F : Ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif.
*M : Hingga usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi. F : Semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja.
*M : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi. F : Makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan.
*M : Pisang dapat membersihkan usus bayi. F : Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan.
*M : Susu formula sama baiknya dengan ASI. F : Tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI.
*M : Susu formula membuat bayi lebih sehat. F : Hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat.
*M : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI. F : ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.
*M : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi. F : Yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya menerima ASI saja.
*M : Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2x24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi. F : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2x24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.
*M : Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula atau madu. F : Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap.
*M : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar. F : Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.
*M : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang. F : Bayi menangis belum tentu lapar.
*M : Ibu yang banyak minum susu, akan menghasilkan banyak ASI. F : Banyaknya ASI yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Semakin sering bayi menyusu semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran. F : Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan.
*M : Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI. F : Ketika sakita, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit.
*M : Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya. F : Ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui.
*M : Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring. F : Menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring.
*M : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui. F : Bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI.
*M : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan. F : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga. F : Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.
*M : Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui bayi. F : Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu menyusui bayinya segera, memeluk dan menyusui bayi adalah penghilang sakit dan rasa lelah ibu.
*M : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri. F : Bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir.
*M : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan. F : Meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi.
*M : Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya. F : Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi yang menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar.
*M : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir. F : Bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar.
*M : ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis. F : ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh.
*M : Bayi menangis, pasti karena lapar. F : Bayi menangis bisa diakibatkan karena merasa tidak nyaman, merasa tidak aman, merasa sakit, dan sebagainya, belum tentu lapar.
*M : Bayi menangis karena lapar perlu diberi makanan atau minuman lain. F : Jika bayi lapar, beri ASI lagi. Sering-sering diberi ASI tidak akan membuat bayi lapar.
*M : ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih. F : Kolostrum/ASI pertama (kekuningan/tidak berwarna) adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi. ASI yang berwarna putih adalah yang paling penting untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.
*M : Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong. F : Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk kontak kulit ke kulit, diberi topi, lalu ibu bersama bayi diselimuti. Bedong bayi terlalu ketat akan membuatnya lebih kedinginan.
*M : Kurang tersedia tenaga kesehatan sehingga bayi tidak dapat dibiarkan menyusu sendiri. F : Suami atau anggota keluarga ibu dapat membantu Inisiasi Menyusu Dini.
*M : Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara sibuk, ibu bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
*M : Ibu harus dijahit sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya. F : Sementara dijahit, ibu tetap dapat melaksanakan IMD.
*M : Bayi perlu diberikan suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir. F : Benar, tapi dapat ditunda selama 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.
*M : Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir. F : Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.
*M : Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan IMD pada bayi yang lahir dengan operasi caesar. F : Mungkin, tapi adalah tugas orangtua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD.
*M : Ibu belum bisa duduk/duduk miring untuk memberikan ASI. F : Siapa yang mengharuskan duduk? Bayi dapat menyusu pada saat tengkuran di dada ibu.

Bulan Kehamilan Pengaruhi Kecerdasan Anak

Anda ingin memiliki anak yang jago matematika atau bahasa asing? Kalau begitu jangan melakukan pembuahan di bulan Mei - Agustus. Saran tersebut merupakan kesimpulan sebuah penelitian yang dilaporkan dalam pertemuan tahunan para dokter anak di AS.

Menurut para peneliti tersebut, bulan terjadinya pembuahan atau kehamilan berpengaruh terhadap kemampuan akademis anak saat mereka dewasa kelak. Dalam sebuah survei para peneliti melakukan tes penilaian terhadap lebih dari 1,5 juta pelajar kelas 3-10 di Indiana, AS. Ternyata, anak-anak yang dikandung pada bulan Mei-Agustus memiliki nilai yang rendah pada bidang matematika dan bahasa, dibandingkan dengan anak yang dikandung pada bulan lainnya.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Menurut Dr.Paul Wichester dari Indiana University School of Medicine yang melakukan survei tersebut, faktor lingkungan memiliki peran besar. Wanita yang hamil di musim panas (Mei-Agustus) rentan terpapar pestisida yang banyak dipakai pada musim tersebut.

Rendahnya kemampuan akademis anak-anak dalam dua bidang tersebut dikatikan dengan tingginya kadar pestisida dan nitrat dalam air pada musim panas. "Paparan pestisida dan nitrat bisa mempengaruhi hormon kehamilan dan mengganggu pembentukan otak janin," katanya.

Itu di Amerika. Bagaimana dengan Indonesia..?

Menunda Kelahiran Bisa Berisiko Fatal

Yenni (34), ibu yang tengah hamil anak kedua merasa resah. Menjelang persalinan, dia cemas mengingat pengalaman buruk yang dialaminya tiga tahun lalu. Ketika melahirkan anak pertama, dokter yang biasa memeriksa Yenni datang terlambat hampir dua jam. Padahal bayi yang dikandungnya sudah siap keluar, sementara Yenni kehabisan tenaga menahan sakit.

Saya sampai teriak-teriak minta dokter pengganti atau bidan saja, untuk membantu persalinan. Namun perawat dan bidan di ruangan itu malah menyuruh saya tidak mengejan, supaya anak enggak keluar," tutur Yenni yang melahirkan di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta Pusat.

Usia kehamilan anak pertama Yenni sudah lewat. Sampai dua minggu dari waktu yang diperkirakan, anak pertama Yenni belum juga lahir. Setelah diinduksi tiga kali, setengah jam kemudian Yenni merasakan kontraksi hebat. Ketubannya pecah, sementara pembukaan rahim baru satu. Hampir 12 jam dia menunggu jalan lahirnya terbuka penuh. Masa penantian yang lama diiringi kontraksi itu, membuat Yenni kehabisan tenaga menahan sakit.

Begitu pembukaan sudah lengkap, dokter kandungan belum datang. Kontraksi hebat membuat dia kehabisan napas. Dua jam kemudian dokter baru datang. Namun Yenni sudah kehabisan tenaga saat disuruh mengejan untuk mengeluarkan bayi. Setelah dibius lokal dan dibukakan jalan, baru anaknya lahir.

Kehabisan napas
Yenni hanya satu dari banyak kasus persalinan yang dialami sebagian ibu. Sebaliknya dari Yenni, Saraswati (32) sengaja "menunda" kelahiran setelah divonis dokter harus operasi cesar, karena posisi bayi sungsang. Alasannya, dia ingin anaknya punya hari ulang tahun sama dengan si ayah.

Meski kasusnya berbeda, Yenni maupun Saras mengaku tak menyadari bahaya dan risiko kelahiran yang tertunda. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Antonius Herry SpOG dari RS Siloam Gleneagles, Karawaci, Tangerang, mengungkapkan, kelahiran yang tertunda, baik sengaja maupun tidak, membahayakan keselamatan ibu dan anak.

Ibu yang sudah waktunya melahirkan, tak harus menunggu dokter untuk menolong persalinan. Jika kehamilannya normal, persalinan cukup dibantu bidan, tanpa harus menunggu dokter datang. Apalagi jika si ibu sudah tak kuat menahan sakit.

Menurut dia, ada sebagian ibu yang sensitif pada rasa sakit. Ketika melahirkan, ibu yang tak kuat menahan sakit akan "kehabisan" napas. Napasnya menjadi tidak teratur sehingga mempengaruhi pasokan oksigen untuk organ vital ibu dan anak.

"Kalau sudah begitu, si ibu harus segera dioperasi," kata Antonius.

Kesakitan juga bisa membuat si ibu mengalami darah tinggi, yang dapat berakibat lebih fatal seperti koma, stroke, dan meninggal. Jantung bayi menjadi lemah dan bisa berhenti kapan saja.

"Oleh karena itu, kalau memang bayi sudah siap lahir, harus segera dilahirkan. Kalau tidak ada dokter, bidan bisa membantu," ujarnya. Dokter hanya mendampingi bila terjadi komplikasi, seperti pada pasien penderita darah tinggi, jantung, atau asma.

"Dokter akan bertindak kalau terjadi apa-apa pada proses persalinan, seperti operasi, induksi, atau vacuum," tuturnya.

Persoalannya, di Indonesia sebagian orang kurang percaya pada bidan untuk membantu proses kelahiran normal. Menurut Antonius, hal ini terjadi karena ada sebagian bidan yang pendidikannya dirasa masih kurang.

Selain itu, ada pula budaya "tidak enak" di kalangan bidan, jika ibu yang membutuhkan pertolongan adalah pasien dokter terkenal dan bekerja di rumah sakit sama.

"Masih ada penilaian etis dan tidak etis, karena takut dianggap lancang terhadap dokter yang menangani. Sebaiknya anggapan semacam itu dihilangkan," kata Antonius.

Percaya mitos
Selain lambat mendapat pertolongan, ada juga ibu yang sengaja mengatur waktu kelahiran karena percaya mitos. Kepercayaan ini membuat mereka menunda atau mempercepat kelahiran.

Secara teori, menurut Antonius, menunda kelahiran bisa dilakukan hingga dua minggu dari waktu seharusnya. Setelah lewat dua minggu, bayi harus dikeluarkan. Alasannya, kalau sudah lewat waktu kehamilan, plasenta bisa berhenti berfungsi.

Kalau plasenta tak bekerja, pasokan darah ke janin bisa terhenti. Penundaan juga bisa mengakibatkan plasenta menjadi berkalsium. Peredaran darah di plasenta tertutup kalsium, sehingga bayi dalam kandungan stres karena tak mendapat cukup oksigen.

Risiko lain adalah bayi keracunan ketuban. Air ketuban pada kehamilan yang sudah lewat umur bisa berubah warna menjadi hijau. Antonius mengatakan, air ketuban berwarna hijau menandakan bayi sudah mengalami stres.

"Bayi sudah buang air besar dan kecil di dalam perut, sehingga air ketuban berwarna hijau," kata Antonius.

Jika lewat waktu, bayi yang sudah "tua" dalam kandungan harus dilahirkan dengan bantuan induksi atau diberi rangsangan. Induksi diberikan agar ibu bisa melahirkan secara normal. Induksi memberi rangsangan kepada rahim untuk berkontraksi. Cara induksi yang dinilai paling aman dan tepat, dengan infus, bukan dimasukkan vagina (trans vaginal).

Induksi dengan infus bisa mengatur kontraksi secara bertahap. Jadi, tingkat kontraksi diatur agar tak berlebihan. Kontraksi berlebihan berbahaya bagi ibu yang sensitif terhadap rasa sakit. Induksi melalui infus juga mengurangi risiko keretakan kandungan.

Tentang ibu yang sengaja mempercepat kelahiran, menurut Antonius, proses ini tak berbahaya bagi ibu, tetapi berbahaya bagi bayi. Bayi akan dilahirkan dalam kondisi belum cukup umur atau prematur.

Bila si bayi tak bisa mendapat ASI

Sesungguhnya, ASI is the best. Tidak ada sa-tupun produk makanan bayi buatan manusia yang bisa menyaingi ASI. Makanya, semua pihak, terutama Badan Kesehatan Dunia (WHO), sangat concern terhadap ASI.

Bagi bayi, ASI punya seabrek manfaat:

* Nutrisi paling sempurna karena komposisi zat-gizinya lengkap dan seimbang.
* Mengandung zat kekebalan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pemberian ASI akan menyelamatkan nyawanya dari bahaya diare dan infeksi saluran napas akut lho
* Steril.
* Tersedia setiap saat, sehingga sangat praktis dan ekonomis.
* Mempererat ikatan emosional antara si kecil dengan Anda, sehingga sangat positif dampaknya bagi perkembangan psikologisnya.
* Penelitian juga membuktikan, umumnya bayi ASI terhindar dari risiko obesitas.

Manfaat ASI bagi Anda adalah:

* Memberi kepuasan batin, ketenangan, serta kebahagiaan emosional.
* Mempercepat kontraksi rahim, sehingga dalam waktu singkat rahim kembali ke ukuran normal. Ini menurunkan risiko perdarahan rahim di masa nifas.
* Memperkecil risiko kanker payudara.

Sejak lama WHO menyatakan: sampai usia enam bulan, bayi diberi ASI eksklusif alias ASI semata tanpa tambahan lainnya. Selanjutnya, ASI diberikan sampai ia berusia dua tahun atau lebih. Nah, bayimu kan baru berusia empat bulan. Masih banyak waktu untuk memberikan yang terbaik.

Yang pasti, ASI bekerja sesuai sistem demand and supply. Makin sering dikosongkan, ya makin meningkat produksinya. Berdasarkan penelitian, hanya satu dari seribu ibu yang tidak dapat memenuhi kebutuhan ASI bayinya. Kebanyakan kegagalan lebih karena faktor psikologis, seperti ketidaktahuan, gamang, kurang pede, dan agak tegang.

Anda tetap santai dan relaks deh. Ciptakan suasana penuh kasih sayang di rumah dan terus berusaha. Anda harus selalu confident. Dalam dunia medis ada istilah relaktasi. Jadi, ibu yang sudah berhenti menyusui sekalipun, bisa kok kembali menyusui. Asal saja, stimulasi hisapan bayi ditingkatkan dan suasana dibuat senyaman mungkin bagi Anda berdua. Semoga berhasil!

Epidural pada Persalinan

Epidural termasuk dalam anastesi regional, yaitu pembiusan yang hanya diberikan di bagian tubuh tertentu saja. Tujuannya untuk menghalau rasa sakit di bagian tertentu, daripada harus melakukan pembiusan total. Suntikan diberikan dengan cara mengebaskan bagian bawah perut dan kaki. Anda tidak akan merasakan kontraksi lebih lama lagi. Dan proses melahirkan akan lebih mudah.

Kepada siapa ini diberikan?
Pada persalinan spontan, kebanyakan ibu memilih untuk mendapat epidural saat bukaannya sudah mencapai 4 sampai 5 cm. Bila persalinan dilakukan dengan operasi Caesar, epidural dilakukan sebelum operasi. Dengan epidural, memungkinkan Anda untuk tetap terjaga, dan meringankan rasa sakit saat pemulihan sehingga calon ibu akan lebih santai.

Apa keuntungannya?
- Lebih dari 90% wanita yang mendapatkan epidural terbebas total dari rasa sakit.
- Selain membuat tenang dan lebih nyaman, epidural juga memungkinkan Anda untuk fokus dan memberikan kekuatan untuk ikut aktif dalam pengalaman bersalin Anda
- Pikiran Anda akan jauh lebih tenang.
- Sekarang ini epidural lebih umum dilakukan karena kaki dan paha tidak kebas sepenuhnya, sehingga mama merasa lebih nyaman.

Apa kerugiannya?
- Terkadang Anda merasa hanya kebas pada satu sisi badan, atau merasa ada sebagian kecil bagian dari perut yang tidak terbius.
- Mungkin dapat membuat Anda menggigil atau gemetar.
- Epidural dapat memperlama waktu persalinan, terlebih saat mengejan karena tak bisa menentukan tekanan.
- Beberapa perempuan mengalami kesulitan buang air kecil setelah diberikan epidural.

Kapan Epidural tak boleh diberikan?
- Bila calon ibu menggunakan pengencer darah.
- Bila calon ibu mengalami infeksi punggung. Berbahaya karena epidural disuntikkan pada bagian belakang tubuh.
- Calon ibu mengalami infeksi darah.
- Bila calon ibu mengeluarkan terlalu banyak darah.
- Bila bukaan kurang dari 4 cm.
- Bila proses persalinan berjalan terlalu cepat, sehingga tidak cukup waktu untuk memasukkan obat.
- Bukaan sudah diatas 5 cm, karena tidak lama lagi bayi sudah akan keluar.

Apakah proses pembiusan epidural menyakitkan?
Beberapa ibu merasa sedikit tidak nyaman pada area tertentu saat bagian belakang tubuh terasa kebas. Pada beberapa ibu ada sedikit perasaan tertekan dan cemas pada saat kateter dimasukkan.

Apakah epidural dapat berpengaruh pada bayi?
Dari penelitian yang sudah pernah dilakukan, efek epidural terhadap bayi yang baru lahir masih ambigu. Ini dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan bayi yang baru lahir. Seberapa besar efek dari pengobatan ini susah untuk diperkirakan karena tergantung juga pada dosis obat yang diberikan dan lamanya proses persalinan. Ditemukan pula kasus dimana detak jantung bayi yang baru lahir akan lemah dan mempunyai masalah pernapasan. Walaupun begitu, hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena tidak membahayakan bayi. Percayakan bayi pada dokter dan suster yang mengurusnya, agar pikiran Anda lebih tenang.

Apakah epidural selalu berhasil?
Pada kebanyakan ibu, epidural efektif untuk menghilangkan rasa sakit pada saat proses melahirkan. Namun ada juga yang mengeluh pada sebagian tubuh tetap dapat merasakan sakit. Ada juga yang merasakan obatnya berfungsi lebih baik di satu sisi tubuh saja, dan tidak pada bagian tubuh lainnya. Walau begitu, sebelumnya, pastikan Anda ditangani oleh tenaga profesional, sehingga Anda dan keluarga pun merasa lebih tenang dan nyaman menjalani proses persalinan.

Bila Anda ingin mendapatkan epidural...
Tanyakan pada dokter apa kombinasi obat dan berapa dosis yang akan diberikan pada Anda. Tanyakan pula apa efek yang mungkin terjadi pada Anda, karena kondisi kesehatan tiap orang berbeda-beda. Begitu juga dengan daya tahan tubuh bayi yang ada dalam kandungan. Maka dari itu selalu dianjurkan melakukan kunjungan rutin ke dokter kandungan untuk mengecek kondisi janin Anda sangatlah penting. Karena kelainan atau penyakit yang mungkin dialami oleh janin dapat diperhitungkan sebelumnya dan orangtua pun lebih siap dalam menanti si buah hati, apabila memang ada masalah. Penting juga diperhatikan minuman dan makanan apa saja yang boleh dan aman dikonsumsi sebelum dan sesudah proses persalinan.

Jika Ibu Harus Kembali Bekerja

Cuti melahirkan hampir habis. Anda pun harus bersiap-siap meninggalkan si kecil di rumah untuk kembali bekerja. Bagi kebanyakan ibu bekerja hal ini memang tidak mudah, bahkan mungkin sangat sulit dilakukan.

Di satu sisi, Anda sudah harus kembali bekerja atau tak sabar kembali mengaktualisasi diri dan berinteraksi dengan dunia luar. Namun di lain sisi, perasaan ingin tetap bersama si kecil untuk memastikan ia mendapatkan perawatan terbaik dan perhatian sering mengganggu pikiran. Belum lagi rasa bersalah harus meninggalkan si kecil di rumah.

Mengatur agar keduanya berjalan baik memang akan menjadi tantangan bagi ibu bekerja.
Namun, dengan perencanaan, komitmen dan niat yang kuat, Anda pasti bisa mengatasinya.

Sebelum kembali bekerja.....

a. Cari pengasuh yang dapat diandalkan.
Inilah keputusan penting dan menjadi prioritas utama bagi ibu yang akan kembali bekerja, karena dapat membantu memberikan rasa tenang saat meninggalkan si kecil di rumah. Pilihannya bisa beragam, mulai sang nenek, saudara, baby sitter, atau menyerahkan pengasuhan pada lembaga penitipan anak terpercaya.

b. Bicaralah dengan atasan Anda mengenai tugas dan jadwal Anda saat kembali bekerja. Jadi saat bekerja Anda pun sudah tahu persis apa yang diharapkan oleh atasan.


Saat waktu bekerja tiba...

a. Be organized! Bekerja dan mengasuh anak menuntut Anda untuk juga ahli dalam manajemen waktu. Organisasikan semua tugas dan tanggung jawab Anda dengan baik, agar tak ada satu hal pun yang tertinggal.

b. Jaga kedekatan dengan si kecil. Walaupun harus berada jauh di luar rumah, pastikan Anda tetap berhubungan dengannya, misalnya dengan menelepon si kecil untuk mengetahui apa yang sedang dia lakukan.
Menurut Alan Greene, MD, spesialis anak dari Lucile Packard Childrens Hospital, California, bayi sudah dapat mengenali Anda sejak dalam kandungan dengan semua inderanya. Karena itu, baju, foto dan rekaman suara Anda yang sedang bercerita juga dapat menjadi alat yang efektif untuk membuat si kecil merasa dekat.

c. Antisipasi bila si kecil sakit. Tanyakan pada atasan Anda mengenai kemungkinan Anda bisa tidak masuk saat si kecil sakit. Jika tidak bisa, mintalah suami atau keluarga dekat lain untuk menggantikan Anda menjaganya.

d. Ada kalanya rasa sedih dan bersalah begitu mengganggu pikiran, karena Anda tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan si kecil, cobalah untuk membicarakannya dengan pasangan atau ibu lain yang menghadapi situasi serupa. Tetapi jika perasaan ini semakin menjadi-jadi, segera konsultasikan dengan ahli untuk mengatasinya.

e. Jangan paksa untuk melakukan semua hal sendiri. Buatlah sistem yang membantu Anda melakukan beberapa tugas dengan bantuan suami, anggota keluarga lain,atau pun pembantu.

f. Luangkan waktu untuk diri sendiri.
Walaupun sulit, Anda juga perlu waktu untuk diri sendiri. Saat si kecil tertidur atau dijaga oleh pasangan, manfaatkanlah waktu tersebut untuk sekedar berlama-lama di kamar mandi, membaca buku atau mendengarkan musik kesayangan dan mengembalikan kesegaran pikiran atau beristirahat. Karena bagaimanapun, jika pikiran Anda tidak dipenuhi stres, Anda pun bisa menikmati waktu bersama di kecil dengan lebih baik.

g. Tetaplah memberikan ASI.
Tak ada yang dapat menyangkal kehebatan manfaat ASI bagi si kecil. Karena itu,
berusahalah untuk tetap memberikan ASI padanya walaupun Anda sudah bekerja.
Walau tidak bisa sesering sebelumnya, cobalah untuk menyusui si kecil waktu pagi atau malam hari. Bonusnya, Anda dan si kecil dapat merasakan kedekatan yang terjalin selama proses menyusui. Di luar itu, Anda dapat memompa ASI agar si kecil tetap bisa meminumnya saat Anda tidak berada di rumah.

h. Jaga kesehatan dan rajin berolahraga. Olahraga membuat sirkulasi darah menjadi
lancar. Ini dapat mengurangi stres dan rasa penat tubuh. Pastikan Anda memiliki
pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi. Kondisi kesehatan menjadi syarat mutlak bagi ibu berperan ganda. Jika Anda sakit-sakitan bisa dipastikan semuanya akan terbengkalai. Urusan anak dan rumah tak bisa dilakukan dengan baik, Anda pun akan sering minta izin. Situasi bisa menjadi rumit dan mempengaruhi penilaian di kantor.

ASI Tetap Tak Tergantikan

Para ibu yang memiliki anak usia di bawah tiga tahun (batita) tengah risau. Pasalnya, muncul hasil penelitian dari Institut Penelitian Bogor yang menyatakan bahwa ditemukan bakteri enterobacter sakazakii pada sejumlah sample susu formula dan makanan bayi dan balita yang mereka teliti.

Bakteri enterobacter sakazakii adalah bakteri jahat yang terdapat di usus dan bisa menyebabkan penyakit radang selaput otak atau meningitis.

Selain hasil penelitian IPB itu, seorang bapak bernama Yanwarinson yang bermukim di Jakarta Selatan melaporkan anaknya yang masih berusia empat bulan terserang bakteri enterobacter sakazakii. Akibat serangan bakteri yang ditemukan pertama kali di Jepang itu, putrinya mengalami diare dan mencret-mencret hebat.

Kabar ini tentunya menjadi momok bagi para ibu yang memiliki bayi. Namun, satu kesimpulan berhasil dirumuskan, Air Susu Ibu adalah segalanya. ASI tidak bisa digantikan oleh susu formula apa pun yang berasal dari susu sapi.

Dan ada ajakan untuk kembali ke ASI, bukan ke susu formula. Seruan ini seperti yang disampaikan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Menurut ketua AIMI Mia Sutanto, ASI adalah satu-satunya sumber nutrisi yang terlengkap dan terbaik untuk bayi dan balita. "Nutrisi dan kalori yang terkandung di dalam ASI sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi, jadi tidak perlu tambahan susu formula apa pun," ujar Mia.

Mia mengatakan bahwa ASI mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air garam, dan gula yang semuanya sudah secara khusus dikomposisikan sesuai dengan kebutuhan bayi.

Berdasarkan penelitian para pakar kesehatan, ASI memenuhi kebutuhan kalori sebesar 100% untuk bayi berusia 0-6 bulan, 70% untuk usia bayi 6-12 bulan, dan 30% untuk anak usia di atas 12 bulan.

Oleh karena itu, pemberian susu formula setelah masa ASI eksklusif juga tidak begitu diperlukan. Selama ini banyak ibu berpendapat setelah masa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan atau anak sudah berusia setahun, wajib memberikan susu formula.

Padahal menurut Mia, selama anak masih mendapatkan ASI, pemberian susu formula tidak diwajibkan.

Bukan produk steril

Selain alasan nilai gizi yang masih baik untuk anak, ada pertimbangan yang wajib diketahui para ibu sebelum mereka memberikan anaknya susu formula. Salah satunya adalah susu formula bukanlah produk yang steril.

Hal itu terbukti adanya temuan para pakar biologi dari IPB yang menyebutkan adanya kandungan bakteri dalam susu formula. Ini membuktikan, kualitas ASI lebih baik dari susu formula jenis dan merek apa pun.

"Tidak ada satu pun susu formula yang komposisi dan kualitasnya mendekati ASI, dan pemberian susu formula bukannya tanpa resiko," ujar Mia.

ASI juga mengandung sel-sel hidup yang berperan sebagai zat anti infeksi dan imunitas alami untuk melindungi bayi dari berbagai ancaman penyakit, dan sel-sel hidup itu tidak ada dalam susu formula apa pun.

Bukan hanya itu saja keunggulan ASI. Faktor kedekatan ibu dan anak (bonding) selama proses menyusui menjadi hal yang sangat penting.

Program pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama sejak kelahiran menjadi kampanye yang terus didengungkan oleh berbagai elemen pemerhati anak mulai dari AIMI, Ikatan Dokter Anak Indonesia, hingga UNICEF.

Namun, upaya itu tidak sepenuhnya berhasil. Seperti yang disampaikan oleh Ali Khomsan, pakar gizi masyarakat dari IPB yang menyebutkan tidak banyak ibu memberikan ASI eksklusif setelah melahirkan akibat banyak faktor.

Salah satunya adalah kendala bagi para ibu yang bekerja, yang mengondisikan mereka harus kembali bekerja setelah tiga bulan cuti melahirkan.

Ini artinya, jatah anak mendapatkan ASI eksklusif ibunya hanya tiga bulan, bahkan dua bulan karena cuti melahirkan biasanya diberikan sebulan sebelum kelahiran.

"Kebijakan pemerintah kurang memenuhi target kampanye ASI eksklusif enam bulan. Ini yang perlu dipikirkan," ujar Ali.

Padahal, menurut Ali, negara-negara di Eropa memberikan penghargaan khusus kepada para ibu yang bisa memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan. Sebaliknya di Indonesia justru pemecatan diberikan kepada ibu yang mengambil hak cuti selama itu.

Menanggapi adanya kemungkinan bakteri berbahaya yang masuk ke dalam kaleng susu formula, sebagai pakar gizi masyarakat Ali memberikan kemungkinan hal itu bisa saja terjadi.

Masuknya bakteri itu bisa akibat tahapan kontrol kualitas pabrik susu yang kurang maksimal, atau bakteri yang muncul dari bahan tambahan yang biasa dimasukkan ke dalam susu formula.

Oleh karena itu, Ali juga sangat mendukung kampanye kembali ke ASI, sebagai upaya mengembalikan peran ibu untuk optimal memberikan ASI kepada bayinya.

Tujuannya satu, yaitu untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan. "Pastinya setiap keluarga menginginkan anak-anaknya menjadi generasi yang berkualitas. Lakukan langkah ini. Kembali ke ASI," ujar Ali.